27 C
Sidoarjo
Thursday, March 12, 2026
spot_img

BMKG-BPBD Jatim Koordinasikan OMC Antisipasi Banjir Lamongan, DPU Pengairan Jatim Percepat Penanganan


Pemprov, Bhirawa
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menyiapkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih terjadi di wilayah Jawa Timur hingga akhir Maret 2026.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana hidrometeorologi yang dilakukan BPBD Jatim, terutama menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada masa libur Lebaran.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan pelaksanaan OMC direncanakan berlangsung selama 10 hari, mulai 16 Maret hingga 25 Maret 2026 atau hingga H+5 Lebaran.

“Operasi modifikasi cuaca akan dilaksanakan selama 10 hari untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih terjadi,” ujarnya, Kamis (12/3) melalui pesan teks.

Menurut Gatot, pelaksanaan operasi tersebut dilakukan setelah BPBD Jatim mendapatkan persetujuan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika yang sebelumnya telah melakukan analisis terhadap dinamika atmosfer di wilayah Jawa Timur.

Selain sebagai langkah mitigasi bencana secara umum, OMC juga menjadi salah satu upaya untuk mengurangi potensi dampak cuaca ekstrem di sejumlah daerah yang rawan mengalami curah hujan tinggi.

BPBD Jatim juga memberikan perhatian khusus pada kawasan wisata yang diperkirakan mengalami lonjakan kunjungan masyarakat selama masa libur Lebaran.

“Beberapa wilayah seperti Pacet, Cangar, Batu, Malang hingga Surabaya menjadi perhatian karena memiliki potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir maupun tanah longsor,” jelasnya.

Berita Terkait :  ODGJ di Pilkada Serentak 2024, Menerobos Batas Kemanusiaan, Setara dalam Suara

Sebelumnya, BPBD Jatim juga melakukan koordinasi dengan BMKG bersama Pemerintah Kabupaten Lamongan di Stasiun Meteorologi Juanda, Sidoarjo. Pertemuan tersebut membahas langkah penanganan banjir yang masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lamongan sekaligus mematangkan rencana pelaksanaan OMC.

Dalam pertemuan tersebut, BMKG memaparkan perkembangan kondisi atmosfer yang menjadi dasar dalam menentukan langkah mitigasi bencana di wilayah Jawa Timur.

Melalui pelaksanaan operasi modifikasi cuaca tersebut, BPBD Jatim berharap potensi dampak cuaca ekstrem seperti banjir dan tanah longsor dapat ditekan sehingga aktivitas masyarakat selama masa libur Lebaran tetap berjalan dengan aman.

BPBD Jatim juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan serta rutin memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.

Respon Cepat
Sementara Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Provinsi Jawa Timur terus mempercepat respon penanganan banjir di sejumlah wilayah. Langkah ini dilakukan untuk menekan dampak genangan yang kerap terjadi saat debit air meningkat.

Plt Kepala Dinas PU SDA Jatim, I Nyoman Gunadi, mengatakan percepatan respon dilakukan melalui peningkatan koordinasi tim lapangan serta pemanfaatan laporan masyarakat.

Menurutnya, laporan warga yang disampaikan melalui berbagai kanal, termasuk media sosial pimpinan daerah, kerap menjadi informasi awal bagi tim di lapangan untuk segera melakukan penanganan.

“Beberapa laporan banjir bahkan disampaikan warga melalui media sosial pimpinan daerah dan langsung kami tindak lanjuti. Dengan begitu respon tim di lapangan bisa lebih cepat,” ujarnya.

Berita Terkait :  Hadiri Ratas di Istana Negara, Menteri PU Dody: Inovasi Teknologi dan Infrastruktur Jadi Kunci Pengelolaan Sampah Nasional

Nyoman mencontohkan salah satu laporan banjir di Lamongan yang disampaikan warga melalui pesan langsung di media sosial Wakil Gubernur Jawa Timur.Laporan tersebut kemudian segera ditindaklanjuti oleh tim di lapangan.

Selain memanfaatkan laporan masyarakat, Dinas PU SDA juga memperkuat koordinasi saat terjadi bencana banjir. Ia menyebut kunjungan langsung pimpinan daerah ke lokasi banjir turut mendorong percepatan penanganan di lapangan.

“Ketika ada laporan banjir, tim kami langsung turun. Prinsipnya respon harus cepat agar risiko banjir bisa ditekan,” jelasnya.

Ia menambahkan percepatan respon juga dilakukan melalui perbaikan infrastruktur darurat apabila terjadi kerusakan akibat banjir.

“Beberapa kejadian seperti jembatan putus akibat banjir bisa kita tangani dalam waktu dua sampai tiga hari, meskipun sifatnya masih perbaikan darurat,” katanya.

Di sisi lain, Nyoman menjelaskan kondisi geografis menjadi salah satu penyebab banjir di wilayah Lamongan sulit surut.

Menurutnya, beberapa kawasan di wilayah tersebut memiliki kontur tanah yang lebih rendah sehingga air sulit keluar secara alami.

“Kondisi wilayahnya seperti mangkok. Posisi wilayahnya lebih rendah, sehingga kalau air sungai utama sedang tinggi, air dari kawasan tersebut tidak bisa keluar secara gravitasi,” ujarnya.

Akibat kondisi tersebut, air yang menggenang harus dikeluarkan dengan bantuan pompa. Namun kemampuan pompa dan sistem drainase yang ada masih terbatas dibandingkan debit air yang datang.

Ia menyebut saat ini kemampuan pembuangan air hanya sekitar 10 meter kubik per detik, sedangkan debit air yang masuk dapat mencapai sekitar 150 meter kubik per detik.

Berita Terkait :  Hari Terahir Libur Lebaran, 51.671 Penumpang Turun di Daop 8 Surabaya

“Ketika debit yang datang jauh lebih besar dari kemampuan pembuangan, air akan tertahan sehingga genangan bisa berlangsung cukup lama,” jelasnya.

Selain faktor geografis, operasional pompa air sebelumnya juga sempat terbatas karena adanya protes dari sebagian warga di sekitar lokasi yang tidak terdampak banjir.

“Selama ini pompa hanya bisa beroperasi sampai sekitar pukul 20.00. Namun sekarang kami mencoba memperpanjang hingga pukul 22.00 dan ternyata tidak menimbulkan masalah,” katanya.

Nyoman menambahkan pihaknya terus berupaya meningkatkan kapasitas penanganan banjir melalui berbagai langkah teknis agar genangan di wilayah Lamongan dapat lebih cepat surut. [fir.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!