Timnas Garuda Indonesia berhasil meraih podium tertinggi kejuaraan Matchday FIFA. Berhak mengangkat Piala FIFA ASEAN Cup, yang pertama kali diselenggarakan. Juga ada hadiah uang sebesar US$ 650 ribu (setara Rp 11,8 milyar). Kemenangan diraih Timnas Garuda setelah menundukkan Tim Gajah Perang, Thailand, dalam adu penalti dramatik. Kiper Timnas Garuda, Emil Audero, berhasil menepis tendangan Nattapong Sayriya. Skorakhir 4-2. Tetapi Thailand masihungguldalamcatatankemenangansebanyak 10 kali mengalahkan Indonesia padalaga AFF.
Menang melawan Thailand, akan selalu menjadi catatan penting. Sekaligus rekaman pertandingan yang wajib disimpan. Harus diakui, Timnas Gajah Perang, masih sebagai “Raja” sepakbola di Asia Tenggara. Dalam peringkat FIFA, Thailnad bertengger di posisi ke-93, dengan poin 1.252,42. Disusul Timnas Vietnam pada peringkat ke-99, dengan poin 1.231,29. Sedangkan Indonesia, terbaru setelah menjadi juara FIFA ASEAN Cup, di peringkat ke-117, dengan poin 1.166,50.
Maka wajar disetiap laga melawan Thailand, dan Vietnam, selalu nampak takut. Terdapat beban prikologis. Karena Indonesia negara besar, bertetangga pula, namun kalah dalam sepakbola. Seperti terjadi pada ajang AFF 2026, Kekalahan (1-3) Timnas Garuda dari Vietnam, membuat syok sekaligus menumbuhkan trauma mendalam. Kalah di rumah sendiri (stadkion Pakansari, Bogor, Agustus 2026). Harus diakui, melawan Vietnam paling ditakuti. Melebihi lawan Thailand.
Bahkan belum terdapat pelatih luar negeri yang bisa membawa kemenangan tanding melawan Vietnam. Bahkan coach John Herdman (asal Inggris) hanya mampu membawa Timnas Garuda pada fase grup AFF 2026. Begitu pula, sudah banyak pemain naturalisasi, tetapi belum menunjukkan prestasi. Tak tgerkecuali Patrick Kluivert, tak mampu membawa gelar juara dalam Piala AFF U-23 (Tahun 2025). Juga dikalahkan Vietnam pada babak Final.
Seolah-olah belum ada pelatih Indonesia yang mampu mengalahkan pelatih Vietnam, Kim Sang-sik (se-negara dengan Shin Tae-yong, Korea Selatan). Namun pada ajang FIFA ASEAN Cup 2026, Indonesia tidak pernah bertemu dengan Vietnam. Karena berbeda grup. Vietnam dikalahkan Thailand (dengan skor 2-0) dalam semi final. Juga dikalahkan oleh Malaysia dalam perebutan peringkat ke-3 dalam ajang FIFA ASEAN Cup.
Laga penutup antara Timnas Indonesia melawan Bangladesh, dengan skor 9-2, menjadikan Indonesia berhak maju ke final. Sedangkan Malaysia juga “menang besar” dengan skor 6-0. Sehingga Timnas Garuda, lolos dari jebakan “skenario” perebutan peringkat ke-3. Kemenangan besar Malaysia diduga akan menyingkirkan Timnas Garuda. Realitanya, Timnas Garuda lebih produktif, dengan selisih kemenangan 7 gol.
Pertandingan final Timnas Garuda vs Timnas Gajah Perang, di stadion Gelora Bung Karno, tergolong fantastis, dengan jumlah penonton 70 ribu lebih. Melebihi kapasitas (67 ribu tiket). Menjadi tontonan yang juga disiarkan secara langsung di seluruh pelosok tanah air Indonesia. Juga di negeri gajah putih, Thailand. Sehingga menjadikan laga sepakbola yang paling banyak ditonton di seantero Asia. Jauh melebihi penonton laga final sepakbola Asian Games, antara Korea Selatan vs Jepang.
Timnas Indonesia Vs Thailand di StadionUtamaGelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Seninmalam, harusberakhirlewatbabakadupenalti. Imbang 2-2 dalam 120 menit, Timnas Indonesia suksesmemenangibabakadupenaltiatas Thailand denganskor 4-2. Emil AuderomenjadipahlawanusaiberhasilmenepiseksekusidariNattapongSayriya.
Tetapi kejuaraan perdana tingkat Asia Tenggara oleh FIFA wajib didorong berkelanjutan secara periodik seperti AFF. Ironisnya, walau gegap gempita, AFF dianggap sebagai ajang yunior (U-23).
——— 000 ———






