34 C
Sidoarjo
Tuesday, October 6, 2026
spot_img

SMKN 1 Sumber Wringin Beri Pelayanan Pendidikan Siswa Jarak Jauh

“ Konsisten Terapkan Sekolah Datang Menjemput, Menembus Jarak Demi Mengurangi Anak Putus Sekolah “

Bondowoso, Bhirawa – Bagaimana jika calon dokter, insinyur, petani modern, atau pengusaha hebat justru tumbuh dari desa-desa pelosok. Sementara  mereka gagal menemukan masa depannya hanya karena tidak mampu bersekolah?. Ujar Sugiono, Kepala SMKN 1 Sumberwringin, Selasa (6/10/2026).

Persoalan itulah, kata Sugiono, yang kini coba dijawab SMKN 1 Sumberwringin melalui Program Sekolah Jauh. Sebuah ikhtiar sederhana, tetapi menyentuh persoalan besar: Bagaimana mendekatkan layanan pendidikan kepada anak-anak yang menghadapi hambatan untuk menjangkau sekolah.

“Persoalannya memang bukan kecil,” sebut mantan Wakasek SMKN 1 Panarukan, Kabupaten Situbondo itu.

Informasi yang dihimpun BPS Bondowoso, urai Sugiono, kini tercatat ada 8.866 anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Bondowoso. Khusus Kecamatan Sumberwringin menjadi wilayah dengan jumlah ATS tertinggi, mencapai 866 anak. Kecamatan Sukosari tercatat 127 anak.

“Angka tersebut menjadi alarm bahwa persoalan akses pendidikan masih membutuhkan perhatian serius,” ungkap Sugiono.

Di sisi lain, terang pria kalem itu, rata-rata lama sekolah masyarakat Bondowoso terus menunjukkan peningkatan. Data BPS mencatat rata-rata lama sekolah mencapai 6,54 tahun pada 2025, naik tipis dari 6,53 tahun pada 2024.

“Kemajuan itu patut diapresiasi. Namun di balik angka tersebut masih terdapat anak-anak yang belum memperoleh kesempatan pendidikan secara utuh,” imbuhnnya.

Angka ATS sebenarnya, ujar Sugiono, menyimpan banyak cerita. Ada anak yang harus membantu orang tua bekerja. Ada keluarga yang menghadapi keterbatasan ekonomi.

Berita Terkait :  KKG PAI Kota Batu Tingkatkan Kompetensi Guru Dengan Pembelajaran Lebih Mendalam

“Bahkan, ada  anak yang berhenti sekolah karena menikah pada usia muda. Ada pula persoalan jarak dan kondisi geografis yang membuat akses menuju jenjang pendidikan berikutnya tidak mudah,” tambahnya.

Di kawasan pedesaan dan wilayah lereng gunung, jarak bukan sekadar hitungan kilometer. Jarak berarti ongkos perjalanan, waktu tempuh, kendaraan yang harus tersedia, serta kemampuan keluarga menyediakan biaya pendidikan dan kebutuhan sehari-hari.

“Karena itu, mengurangi ATS tidak cukup hanya dengan meminta anak kembali ke sekolah. Layanan pendidikannya juga harus dibuat lebih mudah dijangkau,” aku Sugiono.

Secara konstitusional, katanya, pendidikan merupakan hak warga negara. Pasal 31 UUD 1945 menegaskan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Negara juga berkewajiban mengusahakan dan menyelenggarakan sistem pendidikan nasional.

“Nah, dari semangat tersebut kemudian diterjemahkan dalam berbagai kebijakan pendidikan. Jawa Timur memiliki kebijakan Wajib Belajar 12 Tahun melalui Perda Provinsi Jawa Timur Nomor 11 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Pendidikan. Pemerintah juga semakin memperkuat penanganan ATS melalui Perpres Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah,” singgung Sugiono.

Adanya regulasi tersebut, urai Sugiono, menegaskan pentingnya pencegahan dan penanganan ATS secara terkoordinasi agar anak memperoleh hak pendidikannya. Di tengah persoalan tersebut, SMKN 1 Sumberwringin memilih mengambil bagian.

Di bawah kepemimpinan Kepala SMKN 1 Sumberwringin, Sugiono, M.Pd., sekolah mengembangkan Program Sekolah Jauh secara mandiri. Bukan menunggu anak datang ke sekolah, tetapi mencoba mendekatkan layanan pendidikan kepada anak yang menghadapi hambatan akses.

Berita Terkait :  Gedung DPRD Gresik jadi Ajang Pameran 25 Karya Seni Lukis

“Saat ini program tersebut dilaksanakan di dua titik, yakni Desa Pulo Agung dan Desa Grujugan. Dengan jumlah siswa kelas jauh sekitar 40 murid. Pembiayaannya pun dilakukan secara mandiri oleh sekolah. Sementara pola pembelajaran dirancang secara fleksibel melalui sistem hybrid,” sambung Sugiono.

Lebih jauh Sugiono memaparkan, kegiatan pertemuan tatap muka dilakukan secara berkala, sementara pembelajaran daring memanfaatkan Learning Management System (LMS) dan video call melalui WhatsApp.

“Model tersebut menjadi jalan tengah antara kebutuhan interaksi langsung dengan kondisi geografis peserta didik. Teknologi digunakan bukan sebagai tujuan, melainkan sebagai jembatan agar pembelajaran tetap berlangsung ketika pertemuan tatap muka tidak memungkinkan dilakukan setiap saat,” tegasnya.

Yang pasti, kupasnya, sekolah tidak boleh hanya menunggu anak datang. Ketika jarak menjadi salah satu hambatan, sekolah harus mencari cara agar pendidikan bisa hadir lebih dekat kepada mereka.

“Bagi sekolah, ya Sekolah Jauh bukan sekadar membuka kelas di tempat berbeda. Lebih dari itu, program tersebut merupakan upaya untuk memastikan bahwa jarak dan kondisi sosial-ekonomi tidak serta-merta menghapus kesempatan seorang anak untuk mendapatkan pendidikan. Sebab sekolah boleh jauh dari gedung induk. Tetapi mutu pendidikan tidak boleh ikut menjauh. Program ini tentu masih memiliki tantangan,” bebernya.

Pendataan ATS, kata Sugiono, harus terus diperbarui. Kehadiran dan keberlanjutan belajar peserta didik harus dijaga. Pembelajaran daring membutuhkan dukungan perangkat dan jaringan. Kualitas pembelajaran juga harus tetap menjadi perhatian.

Berita Terkait :  Atap SDN Rongtengah 5 Sampang Terbakar, Diduga Dipicu Pembakaran Sampah yang Ditinggal

“Namun langkah kecil itu memiliki makna besar. Sebab di balik satu angka ATS terdapat seorang anak yang memiliki cita-cita. Ada keluarga yang berharap anaknya memiliki kehidupan lebih baik. Dan ada masa depan yang belum tentu terlihat hari ini,” papar Kepala sekolah yang sering meraih penghargaan dunia itu.

Jarak mungkin masih sama, kupas Sugiono, tetapi jalan menuju sekolah mungkin masih panjang. Tetapi kini, sebagian anak di dua titik pelosok tersebut memiliki jalan lain untuk tetap belajar.

“Ya, mengurangi anak tidak sekolah pada akhirnya bukan sekadar mengurangi angka dalam sebuah tabel. Ini adalah ikhtiar mengembalikan hak, harapan dan kemungkinan masa depan seorang anak,” pungkas Sugiono.  [awi.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!