31.7 C
Sidoarjo
Monday, July 6, 2026
spot_img

Masih Terkendala Harga dan Jumlah, Gabah Petani Sampang Belum Terserap Bulog

Sampang, Bhirawa — Ribuan ton kebutuhan beras untuk bantuan di Kabupaten Sampang ternyata belum mampu menyerap gabah dari petani setempat. Bahkan, pasokan beras medium untuk keperluan bantuan tersebut rata-rata masih mengandalkan pengiriman dari luar Pulau Madura. Kendala minimnya penyerapan gabah lokal ini dipicu oleh selisih harga serta ketersediaan jumlah gabah yang belum memenuhi syarat.

Hal ini terungkap dalam audiensi antara Media Center Sampang (MCS) bersama pihak Bulog Cabang Sampang dan perwakilan Bulog Cabang Pamekasan, yang berlangsung di Gudang Bulog Sampang, Senin (6/7/2026).

Asisten Manajer Penjualan Pasar Pemerintah Bulog Cabang Pamekasan, Adi Purwono Fitriadi Rahman, menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya membuka kesempatan bagi petani untuk menjual gabah dengan acuan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp6.500 per kilogram. Namun hingga saat ini belum ada gabah petani Sampang yang diserap ke dalam sistem Bulog.

“Apabila ada petani yang ingin menjual dengan ketentuan harga tersebut, kami siap menyerapnya. Selain itu, jumlah gabah yang tersedia dari petani di Sampang saat ini juga relatif belum mencukupi, sehingga rata-rata stok beras bantuan yang ada di gudang se-Madura memang berasal dari luar wilayah ini,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Gudang Bulog Sampang, Triyono Hadi Saputra. Ia menjelaskan bahwa kapasitas gudang di Sampang hanya mencapai 1.000 ton, dengan tugas utama menerima kiriman beras dari Bulog Cabang Pamekasan, melakukan perawatan stok, hingga menyalurkannya sesuai arahan pimpinan cabang.

Berita Terkait :  Wiken Pagi Angkat Perputaran Ekonomi UMKM Situbondo

Sementara itu, Ketua Media Center Sampang (MCS), Fathurrahman, menegaskan bahwa hasil audiensi membuktikan stok beras bantuan yang beredar di Sampang sepenuhnya belum berasal dari petani lokal. Menurutnya, harga patokan yang ditetapkan terlalu rendah sehingga kurang menarik minat petani untuk menjual gabahnya ke Bulog.

“Kami mengingatkan agar Bulog benar-benar menepati tagline-nya ‘Pasti Tepat, Kualitas dan Kuantitas’. Selain itu, tiga tugas pokok utama Bulog harus benar-benar dijalankan dengan baik, yaitu menjamin ketersediaan pangan, keterjangkauan harga, serta menjaga stabilitas harga,” tambahnya. [lis.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!