31.1 C
Sidoarjo
Monday, July 6, 2026
spot_img

Mahasiswa Psikologi Untag Surabaya Ingatkan Patriotisme Melalui Poster Edukatif


Surabaya, Bhirawa – Di tengah arus globalisasi yang semakin pesat, tantangan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan semakin beragam, khususnya di kalangan generasi muda. Patriotisme saat ini tidak lagi hanya dimaknai sebagai perjuangan fisik, tetapi juga tercermin melalui sikap menjaga persatuan, menghargai keberagaman, serta berkontribusi secara positif bagi bangsa dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya menanamkan nilai-nilai patriotisme di kalangan mahasiswa, sekelompok mahasiswa Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya menggelar kegiatan sosialisasi edukatif bertema “Peran Mahasiswa dalam Menjaga Patriotisme.” Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya pada 25 Mei 2026.

Kegiatan ini diinisiasi oleh empat mahasiswa Psikologi UNTAG Surabaya, yaitu Rahel Rosalina Devi, Azzaira Putri Setiawan, Yohana Jasmine, dan Marthafia Sita Maharani, di bawah bimbingan dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Patriotisme, Wahyu Kuncoro, S.T., M.Med.Kom.

Sosialisasi dilakukan melalui media poster edukatif yang berisi informasi mengenai pengertian patriotisme, tantangan generasi muda, serta berbagai bentuk implementasi patriotisme dalam kehidupan mahasiswa. Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya cinta tanah air, menjaga persatuan dan kesatuan, serta menumbuhkan kesadaran akan peran mahasiswa sebagai agen perubahan.

Dalam sesi sosialisasi, Rahel Rosalina Devi membuka kegiatan dengan pertanyaan reflektif kepada peserta.

“Kalau saya tanya, siapa di sini yang cinta Indonesia? Hampir semua pasti akan mengangkat tangan. Tapi pertanyaannya, apakah rasa cinta itu hanya cukup diucapkan, atau harus dibuktikan lewat tindakan?”

Berita Terkait :  Disdikbud Kota Probolinggo Tegaskan Kewaspadaan Keamanan Murid

Rahel menekankan bahwa patriotisme tidak hanya berkaitan dengan perjuangan masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana mahasiswa menunjukkan kepedulian dan kontribusinya di masa kini.

Marthafia Sita Maharani kemudian menjelaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agent of change, pembawa perubahan dalam masyarakat.

“Mahasiswa bukan generasi yang hanya menonton perubahan, tetapi generasi yang menciptakan perubahan.”

Ia juga menambahkan bahwa ketika mahasiswa peduli terhadap masalah sosial, berani menyuarakan kebenaran, dan mampu memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar, di situlah nilai patriotisme mulai terlihat.

Dalam pemaparan berikutnya, Azzaira Putri Setiawan menyoroti berbagai tantangan patriotisme yang dihadapi generasi muda saat ini, mulai dari sikap apatis, maraknya hoaks di media sosial, hingga semakin berkurangnya rasa bangga terhadap budaya bangsa.

“Kadang kita lebih mengenal budaya luar dibanding budaya bangsa kita sendiri. Padahal identitas bangsa justru ada pada keberagaman yang kita miliki, ” jelas Putri. Hal tersebut menunjukkan bahwa menjaga patriotisme di era modern membutuhkan kesadaran yang kuat untuk tetap menghargai identitas nasional di tengah derasnya pengaruh global.

Sebagai penutup, Yohana Jasmine menjelaskan bahwa patriotisme dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana namun bermakna.

“Menghargai perbedaan, menjaga persatuan, menggunakan media sosial dengan bijak, aktif dalam kegiatan sosial, dan melestarikan budaya Indonesia juga merupakan bentuk patriotisme.” Jelas Yohana. Lebih lanju menurut Yohana, bahwa patriotisme sejati tidak hanya diukur dari ucapan, tetapi dari kontribusi nyata.

Berita Terkait :  Bupati Tulungagung Resmikan Klinik Pratama UIN SATU Cikal Bakal Fakultas Kedokteran

“Patriotisme bukan tentang seberapa sering kita mengatakan ‘Aku cinta Indonesia’, tetapi tentang seberapa besar kontribusi yang kita berikan untuk Indonesiam,” tegasnya.

Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh 15 mahasiswa dan mendapat respons yang positif. Peserta menunjukkan antusiasme selama kegiatan berlangsung serta memperhatikan materi yang disampaikan dengan baik. Selain pelaksanaan secara langsung di kelas, poster edukatif juga disebarluaskan melalui berbagai media sosial seperti WhatsApp, Instagram, dan TikTok untuk memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat.

Sebagai penutup kegiatan, seluruh anggota kelompok menyampaikan pesan bersama yang menjadi inti dari kegiatan sosialisasi ini.

“Kalau bukan kita sebagai generasi muda yang menjaga Indonesia, lalu siapa lagi? Jadilah mahasiswa yang patriotik!” teriak mahasiswa penuh semangat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami patriotisme secara teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk kontribusi nyata bagi bangsa dan negara. [why]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!