Menyongsong MPLS 2026/2027: Momentum Kolaborasi, Bukan Intimidasi
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi tahun ajaran baru 2026/2027 sudah di depan mata. Bagi ratusan ribu siswa baru di seluruh Indonesia, momen ini menjadi gerbang awal mereka memasuki fase pendidikan yang lebih tinggi. Sebagai bagian dari ekosistem pendidikan, baik orang tua, guru, maupun masyarakat sipil, kita tentu berharap MPLS tahun ini benar-benar menjadi ruang transisi yang ramah, aman, dan mendidik bagi anak-anak kita.
Kita harus mengapresiasi regulasi Kementerian Pendidikan yang semakin ketat dalam melarang segala bentuk perundungan, kekerasan fisik, psikis, maupun penugasan yang tidak masuk akal selama MPLS. Namun, aturan di atas kertas tidak akan bermakna tanpa pengawasan ketat di lapangan. Kita masih sering mendengar cerita lama tentang atribut aneh yang merendahkan martabat siswa, atau senioritas yang dibungkus dengan dalih “melatih mental”. Praktek kolot ini sudah sepatutnya ditinggalkan secara total di era digital dan inklusif seperti sekarang.
MPLS tahun ajaran 2026/2027 ini seharusnya fokus pada pengenalan budaya sekolah yang adaptif dan inovatif. Tantangan generasi muda saat ini bukan lagi sekadar menghafal visi misi sekolah, melainkan bagaimana mereka bisa beradaptasi dengan teknologi pembelajaran, memahami literasi digital, serta membangun kesehatan mental yang kokoh. Sekolah harus memanfaatkan tiga hari pertama ini untuk memetakan potensi, minat, dan bakat siswa baru, bukan justru membuat mereka merasa tertekan dan cemas sebelum proses belajar mengajar yang sesungguhnya dimulai.
Oleh karena itu, kami mendesak pihak panitia sekolah, khususnya guru pendamping, untuk terlibat aktif mengawasi jalannya kegiatan. Libatkan OSIS secara positif sebagai fasilitator dan mentor, bukan sebagai “hakim” yang mencari-cari kesalahan adik kelasnya. Mari kita ciptakan iklim sekolah yang hangat, di mana siswa baru merasa disambut dengan tangan terbuka, dihargai identitasnya, dan didorong untuk berprestasi sejak hari pertama. Bersama-sama, mari kita kawal MPLS tahun ini agar berjalan dengan esensi edukasi yang sesungguhnya, demi mencetak generasi emas yang cerdas, kreatif, dan berkarakter mulia.
Ratna Juwita
Ibu rumah tangga, wali murid Tinggal di Jambangan, Surabaya


