31.1 C
Sidoarjo
Wednesday, June 24, 2026
spot_img

Gubernur Jatim Serahkan Bansos Rp 2,272 M dan Tinjau Pasar Murah

Kota Probolinggo, Bhirawa
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan berbagai bantuan sosial (bansos) dan zakat produktif senilai total Rp 2,272 miliar kepada masyarakat Kota Probolinggo sekaligus meninjau pelaksanaan pasar murah, Senin (8/6). Kegiatan yang merupakan bagian dari program Sapa Bantuan Sosial (Bansos) Pemprov Jatim tersebut menjadi upaya memperkuat perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Wali Kota Probolinggo Aminuddin menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada masyarakat Kota Probolinggo. Menurutnya, kehadiran Gubernur Khofifah menjadi bentuk dukungan nyata terhadap berbagai program pengentasan kemiskinan dan pengendalian inflasi yang dijalankan pemerintah daerah.

“Kami laporkan, selama 2025 saya dan Ibu Wakil dengan bantuan semua pihak berhasil menurunkan angka kemiskinan sebesar 0,69 persen. Dilihat dari angkanya memang kecil, tetapi dalam lima tahun terakhir penurunannya rata-rata hanya sekitar 0,2 persen. Ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami,” ujar Aminuddin.

Ia menambahkan, Pemkot Probolinggo menargetkan penurunan angka kemiskinan hingga dua digit selama lima tahun masa kepemimpinannya. “Kami berkomitmen menurunkan angka kemiskinan dalam lima tahun ini hingga dua digit. Mudah-mudahan dari 6,1 persen bisa menjadi 4,1 persen,” katanya.

Dari total bantuan yang disalurkan, sebesar Rp 2,222 miliar berasal dari program bantuan sosial yang dikelola Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. Porsi terbesar berasal dari Program Keluarga Harapan (PKH) Plus senilai Rp 1,202 miliar yang diberikan kepada 601 lansia penerima manfaat dari keluarga peserta PKH reguler. Masing-masing penerima memperoleh bantuan Rp 2 juta per tahun.

Berita Terkait :  Bangun Kesadaran Kolektif, Pelindo Gelar Forum Kesiapsiagaan di Gedung Bertingkat

Selain itu, bantuan Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) disalurkan kepada 60 penerima manfaat dengan total Rp 216 juta. Setiap penerima memperoleh bantuan Rp 3,6 juta per tahun yang dicairkan secara triwulanan.

Program penghapusan kemiskinan ekstrem juga menjangkau 284 penerima manfaat dengan total bantuan Rp 426 juta. Sementara melalui program Kewirausahaan Inklusif Produktif Keluarga Penerima Manfaat Jawa Timur Sejahtera (KIP KPM Jawara), sebanyak 100 kepala keluarga menerima bantuan modal usaha senilai Rp 3 juta per orang atau total Rp 300 juta.

Pemprov Jatim juga memberikan bantuan operasional atau tali asih kepada 27 pilar sosial yang terdiri atas pendamping disabilitas, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dengan total Rp 78,6 juta sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam mendampingi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur Iwan mengatakan pasar murah yang digelar di Kota Probolinggo merupakan titik ke-76 pelaksanaan pasar murah Pemprov Jatim. “Setiap titik rata-rata disiapkan 10 ton beras SPHP, sekitar 400 pak minyak goreng, serta telur sekitar 200 hingga 300 kilogram. Di Kota Probolinggo jumlahnya kami sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUP) Kota Probolinggo Slamet Suwantoro menyebut kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat. “Ini perhatian khusus dari Provinsi Jawa Timur. Seluruh anggaran kegiatan berasal dari provinsi, tetapi dampaknya luar biasa bagi warga Kota Probolinggo. Harapannya dapat meringankan kebutuhan belanja masyarakat dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah,” pungkasnya.[fir.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!