Jakarta, Bhirawa
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri groundbreaking 13 proyek hilirisasi tahap II di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu, sebagai bagian dari percepatan pengembangan industri berbasis nilai tambah di berbagai sektor strategis nasional.
Sebanyak 13 proyek tersebut tersebar di berbagai wilayah dan dilakukan secara serentak, yang salah satunya pembangunan fasilitas kilang gasoline di Cilacap yang dikelola Pertamina sebagai bagian dari penguatan sektor energi nasional.
Selain itu, pembangunan tangki operasional untuk fasilitas penyimpanan bahan bakar minyak direncanakan di sejumlah daerah, antara lain Palaran di Kalimantan Timur, Biak di Papua, dan Maumere di Nusa Tenggara Timur.
Di sektor industri logam, proyek hilirisasi mencakup pengembangan fasilitas manufaktur baja berbasis nikel di Morowali, Sulawesi Tengah, serta fasilitas produksi slab baja karbon di Cilegon, Banten, yang melibatkan Krakatau Steel.
Pengembangan sektor konstruksi juga menjadi bagian dari proyek, melalui pembangunan ekosistem dan fasilitas produksi aspal Buton di Karawang, Jawa Barat, guna mendukung kebutuhan material infrastruktur nasional.
Sementara itu, proyek pengolahan batu bara menjadi dimethyl ether (DME) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Hilirisasi juga dilakukan pada sektor logam mulia melalui pengolahan tembaga dan emas di Gresik, Jawa Timur, serta sektor perkebunan melalui pengolahan minyak sawit menjadi produk oleofood dan biodiesel di Sei Mangkei, Sumatera Utara.
Selain itu, pengolahan komoditas pala menjadi oleoresin di Maluku Tengah serta pembangunan fasilitas terpadu kelapa terintegrasi untuk menghasilkan MCT, tepung, dan arang aktif turut menjadi bagian dari proyek hilirisasi tahap II. [ant.kt]


