Ribuah jamaah calon haji (JCH) Indonesia sudah berada sekitar masjid Nabawi, Madinah. Bisa menikmati ta’jil buka puasa sunnah (hari Kamis) di dalam masjid yang biasa dihidangkan jelang shalat maghrib. Tiada kata lain mengungkap suasana hati segenap JCH, kecuali bahagia. Karena rasa syukur bercampur haru dan bangga. Seluruh muslim Indonesia meyakini, bahwa keberangkatan haji merupakan “panggilan Ilahi.” Terbukti, yang berangkat saat ini mayoritas dari hasil menabung selama bertahun-tahun.
Akan terdapat 221 ribu jamaah calon haji, yang akan diberangkatkan dalam 526 kelompok terbang (kloter). Pemerintah menetapkan 16 asrama embarkasi, termasuk tambahan di Banten, dan DIY (Yogyakarta). Terdapat 7 asrama embarkasi di pulau Jawa, dan 9 lainnya tersebar di area Sumatera, Kalimantan, Makassar, dan Lombok. Sebagian Bandara berlaku layanan fast track, yakni, Soekarno-Hatta (Tangerang), Juanda (Sidoarjo, Surabaya), Adi Soemarmo (Boyolali, Solo), dan bandara Sultan Hasanuddin (Maros, Makassar).
Fast track merupakan layanan cepat penyelesaian ke-imigrasi-an. Semula diproses di bandara Arab Saudi. Saat ini telah dialihkan ke bandara embarkasi dalam negeri. Terasa lebih ramah, dan menenteramkan CJH. Tiada kendala bahasa. Sehingga CJH tidak perlu berlama-lama di bandara luar negeri (Arab Saudi). Karena realitanya, hampir 95% CJH baru pertama kali ke Arab Saudi. Indonesia memulai pilot project fast track sejak tahun 2024. Sehingga ketika mendarat di Madinah, atau di Jeddah, bisa langsung antre menunggu koper. Tidak ada pemeriksaan lagi.
Harus diakui menyelenggarakan haji untuk 221 ribu jamaah, sangat tidak mudah. Walau sebenarnya sejak zaman kolonial (penjajahan) pemerintah telah me-monopoli penyelenggaraan haji. Hanya selama pendudukan Jepang tidak diadakan perjalanan haji dari Indonesia. Disebabkan suasana perang, dan faktor keamanan internasional. Selama tahun 1942 – 1945, ibadah haji menjadi tidak wajib. Suasana saat ini hampir mendekati kondisi Perang Dunia II.
Perang Teluk, antara Israel-Amerika Serikat (AS) melawan Iran, masih riuh berkecamuk. Bahkan dengan persenjataan peluru kendali (rudal) jarak medium 1000 – 3000 kilometer, dan jarak menengah 3000-5.500 kilometer. Rudal hipersonik bisa menjangkau jarak 1500 kilometer hanya dalam waktu 10 menit. Sedangkan posisi Arab Saudi (dua kota suci, Makkah dan Madinah), berada di Tengah antara Iran dengan Israel. Namun konon yang melewati “angkasa Saudi Arabia” adalah serangan dari kelompok misi Houti, di Yaman.
Pemerintah Indonesia menyiapkan sebanyak 525 kelompok terbang (kloter) untuk penyelenggaraan haji nasional tahun 2026. Keberangkatan akan dilaksanakan dalam dua gelombang. Diawali pemberangkatan kloter pertama masuk asrama haji, sekaligus diberangkatkan pada 22 April 2026. Pencermatan dilakukan terhadap sekitar 170 ribu (77%) jamaah yang memiliki risiko tinggi. Termasuk lanjut usia (lansia). Sangat logis karena keberangkatan CJH antre selama rata-rata 30-an tahun.
Maka faktor petugas haji sangat vital. Karena hampir seluruh jamaah haji tidak mengerti bahasa Arab. Bahkan sekitar 70% hanya mengerti bahasa Indonesia. Serta 50% hanya mengerti bahasa daerah lokal. Sehingga diperlukan “pengawalan” petugas dari Indonesia. Artinya, petugas dengan kostum, dan atribut Indonesia (bet tanda merah-putih) harus gampang ditemui di berbagai tempat.
Keamanan merupakan syarat utama istitha’ah (kemampuan) ibadah haji. Jika Arab Saudi, khususnya Mekah dan Madinah, tidak aman, maka haji menjadi tidak wajib. Otoritas Saudi sendiri menegaskan komitmen keamanan tinggi untuk ibadah haji, terbukti dengan aturan ketat haji 2026. Bahkan setiap orang yang akan memasuki Makkah wajib memiliki kartu nusuk (tasreh), tak terkecuali warga lokal, dan ekspatriat.
——— 000 ———


