DPR RI Jakarta, Bhirawa
Teka- teki Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru terjawab sudah seusai disahkan dalan Rapat Paripurna DPR RI Ke-12 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026, yang resmi menyepakati Thomas Djiwandono sebagai deputi gubernur BI, dan dipilih setelah melakukan serangkaian uji kelayakan dan kepatutan, atau fit and proper test melawan dua pejabat karir BI, Solikin M Juhro dan Dicky Kartikoyono, pada Senin (26/1/2026), maka pada Selasa (27/1/2026) disahkan oleh DPR RI.
“Saya ingin mengucapkan terimakasih kepada DPR dan juga secara khusus pimpinan Komisi XI DPR, Anggota Dewan Komisi XI DPR dan wartawan yang sudah memberitakan rangkaian pemilihan Deputi Gubernur BI selama ini secara obyektif,” tegas Thomas pada wartawan di Gedung DPR RI Jakarta, Senayan, Selasa (27/1/2026).
Ia menilai wartawan telah memberitakan secara obyektif tentang proses uji kelayakan dan kepatutan calon Deputi Gubernur BI sesuai aturan perundang-undangan. “Saya ucapkan terima.kasih. Terima kasih,” ungkapnya. Setelah itu Thomas langsung meninggalkan Gedung DPR RI.
Thomas yang kini masih menjabat sebagai wakil menteri keuangan itu akan menggantikan posisi Juda Agung yang mundur dari jabatan deputi gubernur BI pada 13 Januari 2026 lalu. Ia juga berkomitmen akan menjaga independensi BI untuk melaraskan kebijakan fiskal dan monter.
“Di sini saya ingin sampaikan sekali lagi komitmen saya untuk menjaga independensi yang sentral dan juga seperti saya katakan kemarin saat proses fit and proper, untuk melaraskan kebijakan fiskal dan moneter,” ungkapnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi XI DPR Misbakhun mengatakan, nama Thomas terpilih karena Komisi XI DPR terkesima atas penjelasannya tentang rancangan sinergi otoritas moneter dan fiskal dalam mendukung penguatan pertumbuhan ekonomi.
Sebagaimana diketahui, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menargetkan ekonomi Indonesia bisa tumbuh 8% dari satu dekade terakhir hanya bergerak di kisaran 5%.
“Dia menjelaskan bagaimana membangun sinergi moneter dan fiskal sehingga beri penguatan pertumbuhan ekonomi serta membangun agility dalam pengambilan keputusan,” kata Misbakhun.
Setelah penetapan di rapat paripurna, ia akan dijadwalkan mengikuti pelantikan sebagai deputi gubernur secara resmi di Mahkamah Agung (MA). Thomas merupakan anak dari mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Soedradjad Djiwandono. Adapun Soedradjad adalah suami dari Biantiningsih Miderawati, kakak kandung Prabowo Subianto. Jadi, dia juga merupakan cicit R.M Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank BNI.
Sebelumnya, di dunia politik, Thomas bergabung di Partai Gerindra. Tommy sendiri tercatat pernah menjadi Caleg di Provinsi Kalimantan Barat, serta menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra. Namun, pada Maret 2025, ia mengaku sudah mundur sebagai bendum partai itu setelah selama 17 tahun menjabat, dan mundur dari partai pada 31 Desember 2025.
Ia pun dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan pada 18 Juli 2024 di era Presiden Jokowi dan tugasnya dilanjutkan di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.[ira.ca]

