Surabaya, Bhirawa
Mahasiswa Program Studi S1 Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR meraih Gold Medal pada ajang International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEX) 2026 yang diselenggarakan di Thailand.
Tiga mahasiswa FKM Unair tersebut yaitu Nawang Ayu Mukti Laksono, Denaswa Hanindya Orcidaniar, dan Amira Hasna Salsabila, selain mendapatkan Gold Medal mereka juga menyabet penghargaan khusus dan prestisius, yaitu The Outstanding Invention & Innovative Prize. Senin, (12/1/2026)
Salah satu mahasiswa FKM Unair, Denaswa Hanindya Orcidaniar, mengatakan menjadi perwakilan Indonesia, bersaing dengan inovator dari 24 negara lain yang berpartisipasi dalam kompetisi tersebut.
“Prestasi diraih melalui inovasi berjudul “SPYRAGO: Spirulina platensis and Synbiotics for Advance Growth), sebuah tech-integrated superfood dimana dikembangkan sebagai solusi berkelanjutan untuk pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan saluran cerna, Inovasi mengombinasikan potensi Spirulina platensis dan sinbiotik untuk mendukung pertumbuhan optimal serta kesehatan sistem pencernaan,” jelasnya.
Lanjut Hanindya mengukapkan SPYRAGO memanfaatkan spirulina dan formulasi sinbiotik dalam bentuk protein bar untuk ibu serta makanan bayi 2-in-1 yang siap konsumsi.
“Spirulina dipilih sebab memiliki kepadatan nutrisi tinggi, tingkat kecernaan mencapai 85-95 persen, dan potensi keberlanjutan karena mudah dibudidayakan dan dipanen, berbeda dengan produk spirulina di pasaran umumnya masih berbentuk setengah jadi serta memerlukan proses pengolahan tambahan, SPYRAGO ini dirancang siap konsumsi sehingga lebih praktis, teruntuk ibu dengan keterbatasan waktu seperti bekerja.” Katanya.
Hanindya menjelaskan proses pengembangan SPYRAGO melalui tahapan riset dan pengembangan yang panjang serta penuh tantangan.
“Tim menghadapi berbagai kegagalan berulang, terutama pada tahap formulasi, baik dari aspek kandungan gizi, aroma, rasa, warna, tekstur, hingga daya terima produk,” ucap Hanindya.
Pengalaman tidak lepas dari bekal keilmuan yang kami peroleh di Program Studi Gizi melalui mata kuliah Formulasi Makanan, tambah Hanindya, dimana mengajarkan perancangan produk pangan mulai dari pemilihan bahan, penyusunan formulasi, hingga uji organoleptic, serta dukungan fasilitas laboratorium Prodi Gizi turut berperan penting dalam proses pengolahan, pengembangan produk, serta pengujian mutu. (ren.hel)

