26 C
Sidoarjo
Wednesday, March 18, 2026
spot_img

Literacy Festival 2025 Surabaya, Kolaborasi Sampoerna Academy dan DISPERPUSIP Jatim Tingkatkan Minat Baca di Era Digital

Surabaya, Bhirawa
Sampoerna Academy Grand Pakuwon Surabaya berkolaboirasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DISPERPUSIP) Provinsi Jawa Timur menggelar Literacy Festival 2025.

Kegiatan tersebut bertajuk “Read Today, Lead Tomorrow”, festival tersebut menjadi ruang interaktif bagi siswa, guru, orang tua, dan masyarakat untuk memperkuat budaya literasi sekaligus menghadapi tantangan era digital. Jumat, (12/9/2025)

Plt Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DISPERPUSIP) Provinsi Jawa Timur, Muhamad Arif Widodo mengapresiasi terselenggaranya kegiatan Literacy Festival 2025.

“Literasi tidak hanya menjauh dari pemerintahan, tapi melibatkan banyak kelompok masyarakat, termasuk sekolah, dalam Festival Literasi 2025 ialah sebuah kampanye yang baik bagi masyarakat, dimana literasi bukan hanya membaca buku di perpustakaan, tetapi jadi kegiatan menyenangkan, kreatif, dan membangun kebersamaan,”jelasnya.

Lanjut Arif menyampaikan Persentase literasi di Jawa Timur termasuk tinggi, ditujukan secara nyata aktivitas masyarakat di perputakaan dimana animo mengunjugi perpustakaan tetap diminati.

“Masyarakat kenapa masih banyak di perputakaan salah satu faktornya ialah rasa membaca buku secara fisik lebih ada terasa, walapun kita sudah menyediakan secara digital tetapi terlihat masih eksis buku-buku, dari situ buku fisik tidak tidak bisa ditinggalkan,” ujar Arif.

Arif menambahkan Literasi secara bertahap meningkat, karena masyarakat seneng bertemu secara langsung dengan banyak orang di perpustakaan dimana mereka diskusi, bertukar pikiran, dan pertukaran budaya. “Jatim selain Surabaya terdapat malang dan Madiun juga persentase tinggi, dikarena kota-kota pusat pembelajaran pendidikan pasti lebih tinggi,” tutur Arif.

Berita Terkait :  UM Berikan Layanan Air Minum Gratis bagi Peserta UTBK SNBT

Arif berharap dengan kolaborasi dengan Sampoerna Academy Grand Pakuwon Surabaya terus berlanjut, termasuk dalam program mendongeng atau kegiatan literasi di sekolah-sekolah.

Kepala Sekolah Sampoerna Academy Grand Pakuwon Surabaya, Mary Jane Daggao Luyon Fajardo mengatakan bahwa literasi tidak lagi sekadar soal membaca buku, tetapi juga keterampilan menghadapi perkembangan teknologi.

“Literasi hari ini ialah bekal untuk masa depan, teknologi sudah menjadi bagian dari keseharian anak-anak kita, sehingga tantangannya adalah bagaimana menanamkan literasi digital supaya anak mampu menggunakan teknologi dengan bijak sekaligus melindungi diri,” pungkasnya

MJ sapaan akrab Kepala Sekolah, mengukapkan perlunya kolaborasi antara sekolah serta orang tua menjadi kunci agar hasilnya maksimal, untuk lahir pribadi-pribadi yang unggul dan bermutu.

Sementara itu, Penanggung Jawab Perpustakaan Sampoerna Academy Grand Pakuwon Surabaya, Arum Karisma Nadya Lakshita, menuturkan pentingnya memberi ruang kreativitas bagi siswa melalui lomba dan inovasi perpustakaan.

“Siswa SD kami mengadakan lomba pembuatan digital book, sedangkan untuk SMP dan SMA ada lomba short story serta desain sampul buku dengan AI,”ucap Arum.

Penggunaan AI agar anak-anak memahami bahwa AI hanyalah alat, tambah Arum, sementara penulis sejati tetaplah mereka sendiri, pihaknya juga menggelar book bazaar dan book donation agar budaya berbagi dan kepedulian semakin kuat dalam Literacy Day 2025.

“Perpustakaan menghadirkan layanan inovatif yang memudahkan siswa, dengan adanya layanan library drive-thru, di mana siswa bisa memesan buku lewat katalog online dari rumah dan mengambilnya di sekolah, dimana telah bekerja sama dengan vendor e-book,” imbuhnya. [ren]

Berita Terkait :  Film Kepaten Obor dan Biyodo karya Dosen UMM Menang di Festival Film Jatim

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!