33 C
Sidoarjo
Saturday, March 14, 2026
spot_img

SBY: Hukum Internasional Kian Diabaikan, Bangkitkan Multilateralisme

“Hukum internasional sudah tidak lagi dipatuhi, bahkan diabaikan. Padahal power atau kekuasaan itu perlu dikontrol”.

Jakarta, Bhirawa

Duta Besar RI untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir mengatakan bahwa dalam Tokyo Conference pada 10-12 Maret, Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono mendorong multilateralisme serta kerja sama regional dan global guna menghadapi tantangan dunia.

“Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, hadir untuk turut menyumbang gagasan khususnya mengenai opsi Asia dalam the Age of Power dan penghormatan atas hukum internasional. Bapak SBY juga menyampaikan pentingnya membangun kembali multilateralisme,” kata Nurmala di acara itu, sebagaimana rilis pers KBRI Tokyo pada Sabtu.

Dalam konferensi tersebut, Susilo Bambang Yudhoyono, atau yang akrab disapa SBY, hadir sebagai pembicara utama bersama dengan Mantan Perdana Menteri Jepang sekaligus Kepala Penasihat Tokyo Conference Fumio Kishida, dan pembicara utama lainnya.

Dalam paparannya, SBY mendorong kerja sama regional dan global dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks.

Dia juga menyatakan keprihatinan atas terjadinya banyak pelanggaran hukum internasional di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu belakangan.

SBY memaparkan beberapa kejadian yang dinilai melanggar hukum internasional, mulai dari Israel dan AS yang menggencarkan serangan ke Iran dan perang antara Rusia dengan Ukraina yang tidak berkesudahan.

“Hukum internasional sudah tidak lagi dipatuhi, bahkan diabaikan. Padahal power atau kekuasaan itu perlu dikontrol. Alat untuk mengontrol power adalah dengan power yang lainnya,” katanya.

Berita Terkait :  Dinas PUPR Kabupaten Jombang Normalisasi Afvoer Jasem

Dia juga menekankan bahwa dunia yang berbasis aturan tengah menghadapi tantangan baru. Untuk itu, dia menekankan pentingnya mengedepankan dialog dan mengajak negara-negara di dunia kembali duduk bersama dalam sebuah tujuan yang mengedepankan kepentingan internasional.

Paparan SBY tersebut, kata Nurmala, sejalan dengan paparan Kishida yang juga mengingatkan bahwa Asia adalah kawasan yang paling terpengaruh oleh kebijakan-kebijakan kekuatan besar dan konflik peperangan antar negara yang saat ini terjadi.

Sementara itu, pembicara utama lainnya dalam konferensi tersebut berfokus pada promosi multilateralisme bagi negara-negara yang bekerja pada isu-isu perdamaian bersama.

Sehari sebelum dilaksanakannya Tokyo Conference, telah dilaksanakan pula Asian Leaders Roundtable dengan tema Asia’s Options in an “Age of Power” How to defend and rebuild the rules-based multilateral order.

Dalam sesi tersebut, SBY menjadi Co-Chair bersama Kishida. Panelis dari Indonesia dalam sesi itu adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, mantan Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, dan mantan Dubes Indonesia untuk Inggris, Rizal Sukma. [ant.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!