Kediri, Bhirawa
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau progres rehabilitasi gedung Pemerintahan Kabupaten Kediri yang sebelumnya mengalami kerusakan setelah dibakar massa saat aksi demonstrasi pada Agustus 2025 lalu.
Peninjauan dilakukan di Kantor Bupati dan Wakil Bupati, kemudian dilanjutkan ke Gedung Sekretariat Daerah. Dari hasil pengecekan, progres pembangunan gedung utama telah mencapai 68 persen.
“Ini masih 68 persen, jadi masih tersisa 32 persen,” kata Bupati Kediri usai melakukan peninjauan, Senin (31/3).
Sementara itu, pembangunan Gedung Sekretariat Daerah juga menunjukkan perkembangan dengan capaian sekitar 64 persen. Secara struktur, bangunan tidak mengalami banyak perubahan, dengan pekerjaan difokuskan pada perbaikan dan percepatan penyelesaian.
Bupati Kediri menilai kualitas pengerjaan sejauh ini cukup baik setelah melihat langsung kondisi bagian dalam gedung. Meski demikian, ia menekankan pentingnya peningkatan sistem keamanan dalam proyek rehabilitasi tersebut.
“Ada beberapa hal yang diperhatikan, salah satunya faktor pengamanan, seperti emergency exit dan sistem pemadam. Sebelumnya sistem pemadam belum ada,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Kediri menargetkan seluruh proses rehabilitasi rampung pada Juni 2026 agar aktivitas pemerintahan dapat kembali berjalan normal di kompleks perkantoran tersebut.
Di sisi lain, pelaksana proyek yang sama juga mengerjakan pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Plosoklaten. Untuk mengejar target penyelesaian tahun ini, jumlah tenaga kerja akan ditambah dari 524 menjadi sekitar 800 orang.
Sekolah tersebut disiapkan untuk menampung siswa yang saat ini masih belajar di gedung sementara di Balai Pengembangan Kompetensi ASN di Tarokan.
“Semoga tahun ini bisa pindah ke Sekolah Rakyat yang kita siapkan di Plosoklaten,” tandas Bupati Kediri. [van.nov]


