Situbondo, Bhirawa
Pemkab Situbondo, melalui Bapperida (Badan Perencanaan Pembangunan Riset Daerah) Kabupaten Situbondo rutin setiap tahun memberikan kesempatan kepada OPD maupun UPT yang ada dilingkungan Pemkab Situbondo untuk menggagas sebuah inovasi layanan unggulan. Setelah melalui berbagai tahapan, inovasi-inovasi tersebut selanjutnya di evaluasi dan dinilai untuk diikutkan pada tahap atau jenjang seleksi yang sudah ditentukan tim khusus.
Inovasi itu ada yang masuk katagori tingkat lokal Kabupaten Situbondo hingga tingkat Provinsi Jatim dan tingkat nasional. Naiknya peringkat seleksi inovasi ini manakala inovasi tersebut dinyatakan lolos oleh penilaian tim juri. Khusus Kabupaten Situbondo selama ini masuk dalam katagori berprestasi untuk gagasan berbagai inovasi hingga membuahkan prestasi di tingkat regional Jatim dan nasional.
Salah satu UPT yang kini intens menggagas inovasi adalah UPT Puskesmas Asembagus. UPT yang kini dipimpin dr. Siti Choiroh itu mengambil tema inovasi Laoboespa Dengan Ratu Kembang (Orang Tua Peduli Tumbuh Kembang).
“Ya benar, UPT Puskesmas Asembagus secara konsisten melakukan pelayanan kesehatan perorangan (UKP) dan pelayanan kesehatan masyarakat kepada seluruh masyarakat yang ada di Kecamatan Asembagus,” tutur dr.Siti Choiroh dengan didampingi inovator Fitria Ayu Ningsih Amd.keb, Sabtu (22/3).
Masih kata Siti Choiroh, dari upaya pengembangan pelayanan kesehatan tersebut pihaknya mulai mengembangkan inovasi Laoboespa Dengan Ratu Kembang. Ini, aku Siti Choiroh, untuk meningkatkan kesehatan bayi dan balita, cakupan SDIDTK (Stimulasi, Deteksi, Intervensi Dini, Tumbuh Kembang) di Puskesmas Asembagus dengan hasil yang sesuai.
“Ini nanti diharapkan dapat meningkat dan secara otomatis dapat dengan mudah tenaga kesehatan bisa mendeteksi penyimpangan tumbuh kembang anak. Yang pasti dari program ini layanan Laoboespa Ratu Kembang buka setiap hari sesuai dengan jam kerja. Kecuali untuk hari libur kami tidak buka,” pungkas Siti Choiroh.[awi.ca]