Bondowoso, Bhirawa
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Bondowoso terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Salah satu langkah terbaru dilakukan melalui penguatan program unggulan LASTAREH (Layanan Adminduk Sa’areh Tuntas Mareh) dengan melakukan penataan ulang sistem pelayanan di lini terdepan atau Front Office.
Optimalisasi ini bertujuan memberikan kemudahan sekaligus kepastian waktu bagi masyarakat dalam mengurus dokumen administrasi kependudukan, dengan target penyelesaian dalam satu hari kerja.
Perubahan paling signifikan dilakukan pada pola pelayanan. Jika sebelumnya pelayanan dipisahkan berdasarkan jenis dokumen seperti KTP elektronik, Kartu Keluarga, maupun akta pencatatan sipil, kini Dispendukcapil Bondowoso menerapkan sistem Generalist Staff.
Dalam sistem ini, enam petugas ditempatkan di Front Office dan seluruhnya memiliki kompetensi untuk melayani semua jenis dokumen kependudukan tanpa pengecualian. Model tersebut diterapkan untuk mempercepat alur pelayanan sekaligus menghindari penumpukan antrean di loket tertentu.
Kepala Dispendukcapil Kabupaten Bondowoso, Ghozal Rawan, mengatakan bahwa penataan ulang sistem pelayanan tersebut merupakan respons terhadap kebutuhan masyarakat yang menginginkan proses layanan yang lebih sederhana dan efisien.
“Kami melakukan penataan ulang pada lini terdepan. Dengan enam petugas yang semuanya mampu melayani seluruh jenis dokumen, tidak ada lagi penumpukan di satu loket sementara loket lainnya kosong. Semua meja bergerak beriringan sehingga waktu tunggu masyarakat berkurang drastis,” jelasnya, Kamis (5/3).
Sebagai penguatan sistem, Dispendukcapil juga menyiagakan satu meja pendaftaran khusus di bagian paling depan. Meja ini berfungsi sebagai gatekeeper untuk memeriksa kelengkapan berkas pemohon sebelum masuk ke antrean utama.
Dengan mekanisme tersebut, setiap berkas dipastikan telah memenuhi persyaratan sejak awal sehingga proses penginputan data dapat berjalan lebih cepat dan meminimalkan kendala teknis.
Optimalisasi ini menjadi implementasi nyata dari filosofi program LASTAREH, yakni memastikan layanan administrasi kependudukan dapat diselesaikan dalam satu hari.
Pemerintah daerah berharap inovasi ini mampu menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, efisien, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
“Tujuan besar kami adalah memungkinkan dokumen selesai di hari yang sama, tentu dengan menyesuaikan jenis dokumen dan kelengkapan persyaratan. Kami ingin warga pulang membawa dokumen, bukan membawa janji,” tegasnya. [san.kt]


