28 C
Sidoarjo
Tuesday, March 31, 2026
spot_img

Pasokan Energi Jawa Timur Aman, Antisipasi Dampak Global, Gubernur Khofifah Serukan Hemat Energi


Pemprov, Bhirawa
Ditengah merebaknya isu kenaikan harga energi dan antrean di sejumlah titik distribusi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menenangkan publik dengan memastikan pasokan energi tetap aman.

Namun sebagai antisipasi dampak perang global yangsedang berlangsung, Gubernur Khofifah menyerukan agar masyarakat melakukan gerakan hemat energi.

Kepastian keamanan pasokan energi baik BBM maupun LPG diperoleh setelah bertemu dengan Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa di Gedung Negara Grahadi, Selasa (31/3).

Khofifah memastikan pasokan BBM dan LPG tetap aman, sekaligus mengajak masyarakat tidak panik dan mulai membudayakan penggunaan energi secara bijak di tengah tekanan global yang kian terasa.

“Pada dasarnya regulasi ini ingin memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa kebutuhan energi insya Allah tetap tersuplai. Jadi saya mohon masyarakat tidak panic buying,” ujar Khofifah.

Menurutnya, kondisi global yang tengah bergejolak memang berpotensi berdampak hingga ke tingkat daerah. Oleh karena itu, Pemprov Jatim bersama pemangku kepentingan mulai mendorong gerakan hemat energi sebagai upaya kolektif.

Khofifah juga menyoroti pentingnya penataan penggunaan LPG subsidi agar tepat sasaran. Ia menjelaskan bahwa LPG 3 kilogram sebagai kategori Public Service Obligation (PSO) seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat dengan tingkat ekonomi tertentu.

“Desil 1 sampai 5 atau 6 itu sebaiknya menggunakan LPG 3 kilo. Sementara di atas itu sudah seharusnya menggunakan LPG non-PSO seperti 5,5 kilo atau 12 kilo,” jelasnya.

Berita Terkait :  Atasi Ricuh PPDB Zonasi, Pemerintah harus Tambah Sekolah hingga Tampung Semua Siswa

Ia menambahkan, pemetaan ulang pengguna LPG subsidi perlu dilakukan agar tidak terjadi ketimpangan akses di masyarakat. Langkah ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan energi bagi kelompok yang benar-benar membutuhkan.

Pada kesempatan sama, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada instruksi resmi dari pemerintah terkait kenaikan harga BBM maupun pembatasan distribusi.

“Belum ada arahan dari pemerintah. Kalau nanti ada informasi resmi, pasti akan kami sampaikan. Jadi masyarakat tidak perlu panik,” ujarnya.

Ia juga memastikan pasokan energi, baik BBM maupun LPG, tetap tersedia dan tidak akan dikurangi. Namun demikian, pihaknya mengajak masyarakat menggunakan energi secara bijak dan tidak berlebihan.

Ke depan, Pertamina akan mengintensifkan sosialisasi penggunaan LPG yang wajar. Berdasarkan kajian, konsumsi normal rumah tangga berkisar 4-5 tabung per bulan, sementara batas yang diperbolehkan pemerintah mencapai maksimal 10 tabung per kepala keluarga.

Selain itu, sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dipastikan masih dapat mengakses LPG sesuai kebutuhan tanpa pembatasan khusus, selama terdaftar di pangkalan resmi.

Khofifah menambahkan, Pemprov Jatim juga akan memastikan pelaku usaha kecil seperti pedagang kaki lima tetap mendapatkan akses energi yang memadai agar aktivitas ekonomi tidak terganggu.

“Kita pastikan mereka terdata di pangkalan, sehingga usaha mereka tetap berjalan dan tidak terdampak isu yang belum tentu benar,” tegasnya.

Berita Terkait :  Warga Sidoarjo Tidak Perlu Resah, Pajak Kendaraan Bermotor Tidak Naik

Rencananya, gerakan hemat energi akan mulai digelorakan secara masif dalam waktu dekat sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas energi sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif menghadapi tantangan global. [geh.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!