25 C
Sidoarjo
Sunday, March 15, 2026
spot_img

Malam Selawe di Sunan Giri: Bupati Yani Ajak Masyarakat Perbanyak Syukur

Gresik, Bhirawa

Tradisi Malam Selawe kembali digelar dengan khidmat di Masjid Ainul Yaqin, kawasan religi Sunan Giri. Ribuan warga memadati area tersebut untuk mengikuti rangkaian ibadah dan doa bersama di penghujung bulan Ramadan. Tradisi yang telah berlangsung selama berabad-abad ini menjadi bagian penting dari identitas religius masyarakat Gresik sekaligus momentum untuk memperkuat kebersamaan dan spiritualitas.

Kegiatan diawali dengan salat Isya dan Tarawih berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan munajat serta pembacaan 1.000 Surat Al-Ikhlas secara bersama-sama. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Bupati Asluchul Alif turut hadir mengikuti kegiatan tersebut bersama jajaran pemerintah daerah. Sebelum menuju masjid, Bupati dan rombongan terlebih dahulu melakukan ziarah ke Makam Sunan Giri.

Bupati Yani menegaskan bahwa Malam Selawe merupakan tradisi spiritual yang harus terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Gresik.

“Niat kita malam ini adalah beriktikaf untuk mendapatkan keberkahan malam Lailatul Qadar. Semoga Indonesia semakin damai dan sukses, khususnya Gresik agar semakin aman, kondusif, serta terbukanya pintu rezeki bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap istiqomah menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun dan memberi dampak positif bagi banyak orang. “Semoga kita bisa kembali bertemu di bulan Ramadan tahun depan,” tambahnya.

Pada penyelenggaraan tahun ini, terdapat sejumlah hal berbeda. Pemerintah Kabupaten Gresik melibatkan desa dan kelurahan melalui program “Satu Desa Satu Produk Unggulan” yang ditampilkan dalam stan-stan di kawasan Malam Selawe. Selain itu, pemerintah daerah juga menyediakan 2.000 porsi nasi kebuli dan 500 kupat ketheq bagi masyarakat.

Berita Terkait :  Said Abdullah: Doktrin Pertahanan Semesta Jadi Kunci Ketahanan Bangsa

Hidangan tersebut disiapkan sebagai wujud syukur atas ditetapkannya tradisi Malam Selawe dan kupat ketheq sebagai warisan budaya tak benda. Hal ini menjadi catatan bersejarah bagi masyarakat Gresik, mengingat kedua tradisi tersebut resmi ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Salah satu pengunjung, Yuni (38), warga Perumahan Bhumi Jati Permai, Jatirembe, mengaku bahagia dapat mengikuti tradisi tersebut bersama keluarganya.

“Alhamdulillah saya bisa hadir di majelis dan tradisi yang khidmat ini, meski tadi sempat kehujanan dan basah-basahan naik ke masjid. Saya tetap merasa bahagia, di bawah ada kuliner, di atas ada munajat dan doa-doa. Saya senang bisa merasakan suasana ini bersama anak saya. Malam Selawe selalu ada cerita,” ungkapnya. [kim.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!