28 C
Sidoarjo
Wednesday, January 14, 2026
spot_img

Inovasi Mahasiswa Untag Surabaya Tingkatkan Nilai Tambah Jagung Lokal di desa Mojokembang


Mojokerto, Bhirawa
Saat ini mahasiswa UNTAG Surabaya kelompok R-10 sedang melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Mojokembang. Kegiatan ini dilakukan dibawah bimbingan dosen pembimbing lapangan (DPL), Mays Amelia, S.H.,M.H.

Dalam pelaksanaan program ini, sub kelompok 9 menghadirkan berbagai inovasi dari jagung lokal yang bisa diolah menjadi produk nilai tambah di Desa Mojokembang.

Inovasi ini berfokus pada pemanfaatan jagung lokal sebagai produk bernilai tambah menjadi salah satu langkah strategis dengan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya iuk PKK.

Karena selama ini jagung di desa Mojokembang hanya di jual dalam bentuk mentah yang dimana harga masih relatif rendah dan bergantung pada tengkulak. Kondisi ini mungkin yang menyebabkan potensi ekonomi jagung belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat.

Berdasarkan hasil pengamatan dan interaksi langsung dengan Masyarakat khususnya ibuk PKK, diketahui bahwa sebagian besar Ibuk PKK itu masih belum memiliki pengetahuan mengenai pengolahan jagung menjadi produk olahan bernilai tambah. Jagung yang melimpah dengan harga relatif rendah yang bernilai 5.000 hanya dimanfaatkan sebagai bahan pangan sederhana atau langsung dijual setelah panen tanpa proses pengolahan lanjutan. Akibatnya, nilai jual jagung tidak mengalami peningkatan yang signifikan dan belum mampu memberikan dampak ekonomi yang berarti bagi keluarga.

Selain keterbatasan pengetahuan, minimnya keterampilan pengolahan pangan juga menjadi faktor penghambat. Ibu kelompok PKK di Desa Mojokembang pada umumnya belum terbiasa mengolah jagung menjadi produk olahan seperti nugget jagung, sirup jagung, maupun tepung maizena. Padahal, produk-produk tersebut memiliki peluang pasar yang cukup luas dan dapat diproduksi dengan peralatan rumah tangga sederhana.

Berita Terkait :  DPR RI Ingatkan Pentingnya Evaluasi dan Perbaikan Program MBG

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya khususnya subkel 9 r-10 di desa Mojokembang berinisiatif menghadirkan inovasi pemanfaatan jagung lokal menjadi produk olahan bernilai tambah melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Inovasi ini tidak hanya berfokus pada proses pengolahan, tetapi juga pada perubahan pola pikir masyarakat agar tidak lagi memandang jagung sebagai komoditas mentah semata, melainkan sebagai bahan dasar produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Produk olahan yang dikembangkan meliputi nugget jagung, sirup jagung, dan tepung maizena. Ketiga produk ini kita pilih karena produk tersebut mudah dibuat, bahan bakunya tersedia melimpah, serta dapat diaplikasikan langsung oleh masyarakat desa. Proses pembuatannya juga dibilang mudah dan dirancang agar sesuai dengan kemampuan ibu rumah tangga dan tidak membutuhkan modal besar, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumahan.

Inovasi pemanfaatan jagung lokal ini menunjukkan bahwa pengembangan potensi desa tidak selalu membutuhkan teknologi yang rumit.

Dengan pendampingan yang tepat, bahan pangan sederhana seperti jagung dapat menjadi sumber nilai tambah ekonomi. Ke depan, diperlukan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak agar pemanfaatan jagung lokal sebagai produk olahan dapat terus berkembang dan memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat Desa Mojokembang. [why]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru