24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Harga Cabai Rawit Naik Lagi, Disperdagin Kota Kediri Nilai Masih Wajar

Kota Kediri, Bhirawa
Harga cabai rawit di Kota Kediri kembali mengalami lonjakan dan membuat warga harus merogoh kocek lebih dalam. Berdasarkan pantauan di Pasar Setono Betek, harga cabai rawit kini menembus Rp 80.000 per kilogram.

Kenaikan harga tersebut terjadi merata di tingkat pedagang. Salah seorang penjual cabai di Pasar Setono Betek, Sunarsih, mengatakan lonjakan mulai dirasakan sejak awal Februari. Ia menyebut harga beli dari tengkulak sudah mencapai Rp 75.000 per kilogram. “Dari tengkulak sudah Rp 75.000. Saya jual ke pembeli Rp 8.000 per ons,” ujar Sunarsih, Rabu (4/2).

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindagin) Kota Kediri, M Ridwan, menyampaikan bahwa secara umum harga kebutuhan pokok di pasaran masih relatif stabil. Menurutnya, kenaikan signifikan sejauh ini hanya terjadi pada komoditas cabai rawit.

“Kami melakukan pemantauan setiap hari. Memang ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, terutama cabai rawit. Bawang merah naik tipis, sementara komoditas lain relatif stabil, bahkan ada yang turun,” jelas Ridwan.

Ridwan menilai lonjakan harga cabai rawit tersebut masih dalam batas wajar. Ia menegaskan bahwa cabai merupakan komoditas yang cenderung fluktuatif dan sulit dikendalikan.

“Apalagi sebelumnya harga cabai sempat turun cukup dalam, sehingga kenaikan ini masih bisa dipahami,” tambahnya.

Ia juga memastikan tidak ada lonjakan permintaan di pasaran. Distribusi serta pasokan dari petani disebut berjalan normal.

Berita Terkait :  Disperpusip Jatim Luncurkan Sistem Pengolahan Bahan Perpustakaan Berbasis AI

“Permintaan masih normal, distribusi lancar, dan produksi petani juga tidak ada masalah,” katanya.

Untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, Disperindagin Kota Kediri akan terus melakukan pemantauan distribusi hingga tingkat pengecer, terutama untuk komoditas strategis seperti beras, gula, dan minyak goreng.

Selain itu, menjelang bulan Ramadan, Pemerintah Kota Kediri berencana menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) di sejumlah titik. Program ini bertujuan memotong rantai distribusi serta mencegah praktik permainan harga oleh tengkulak. “Kami akan menyiapkan beberapa titik Operasi Pasar Murah agar kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi dan tidak dimanfaatkan oleh tengkulak,” tandas Ridwan.

Pemerintah Kota Kediri memastikan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok akan terus dilakukan secara berkala menjelang Ramadan.[van.nov.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru