33 C
Sidoarjo
Saturday, March 14, 2026
spot_img

FTP UB Resmikan Vertical Garden Berbasis IoT dan Panel Surya


Kota Malang, Bhirawa
Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) kembali menasbihkan diri sebagai pionir dalam pelestarian lingkungan. Bertepatan dengan rangkaian Dies Natalis ke-28 yang dikemas dalam Color Funwalk & Ecosustainability Day, FTP meresmikan Vertical Garden pertama di lingkungan UB, Minggu (25/1).

Inovasi ini bukan sekadar pemanis estetika kampus, melainkan wujud nyata dukungan terhadap program Smart Green Campus (SGC) 2026 yang dicanangkan universitas. Dekan FTP UB, Prof. Yusuf Hendrawan, STP., M.App.Life.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa fasilitas ini merupakan integrasi antara keindahan dan teknologi hijau.

“Vertical Garden ini dilengkapi panel surya sebagai sumber energi bersih dan menjadi media edukasi lingkungan. Kami ingin menunjukkan bahwa transisi energi dan pengurangan jejak karbon bisa dimulai dari hal-hal yang terlihat di sekitar kita,” ujar Prof. Yusuf kepada awak media.

Pakar Bio-instrumentasi ini menguraikan bahwa membangun kultur keberlanjutan (sustainability) di FTP dilakukan secara holistik. Selain taman vertikal, FTP telah menyiapkan fasilitas pendukung seperti, Area Merokok Terpusat untuk menjaga kualitas udara, Tempat Sampah Terpilah khusus untuk botol plastik guna mendukung budaya zero waste, CoE Bioenergy and Biorefinery pusat pengolahan limbah organik dan non-organik menjadi produk bernilai guna seperti kompos dan bioenergi.

“Ke depan, seluruh desain gedung dan fasilitas di FTP akan diselaraskan dengan prinsip eco-green campus. Kami berharap langkah konkret di tingkat fakultas ini menjadi pemantik bagi fakultas lain di lingkungan UB,” tambah Guru Besar Ilmu Sistem Kontrol Pertanian tersebut.

Berita Terkait :  Kolabrorasi Kajari - Wali Kota Batu Kompakkan Warga Jaga Ramadan Kondusif

Sentuhan Teknologi IoT
Ketua UPT UB Green Campus, Prof. Dr. Sri Suhartini, STP., M.Env.Mgt., PhD., menjelaskan bahwa Vertical Garden ini adalah implementasi teknologi cerdas. “Taman ini diintegrasikan dengan teknologi IoT (Internet of Things). Ada sensor dan sistem pengukuran otomatis sehingga penyiraman tanaman jauh lebih efisien. Dikombinasikan dengan panel surya, penghematan energi listrik menjadi8 sangat signifikan,” jelas Prof. Sri.

Menurutnya, inisiatif FTP ini mencakup berbagai indikator SGC lintas sektor, mulai dari konservasi air, biodiversitas, hingga efisiensi energi. Hal ini sejalan dengan visi Rektor UB, Prof. Widodo, yang menargetkan transformasi kampus menuju zero waste dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

UPT UB Green Campus sendiri mengusung lima pilar transformasi: kebijakan, sistem manajemen, pendidikan/riset, inklusi sosial, hingga benchmarking internasional.

“Apa yang dilakukan FTP hari ini adalah langkah awal yang relevan dengan SDGs 6 (Air Bersih) dan SDGs 7 (Energi Bersih). Kami optimis implementasi serempak di seluruh unit akan mempercepat pencapaian target UB sebagai kampus hijau berstandar dunia,” pungkas peneliti pengolahan limbah tersebut. [mut.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!