24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Dosen Unusa Patenkan Jatu Hydroterapi Herbal, Solusi Nyeri Neuropati Diabetes


Surabaya, Bhirawa
Dosen Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mematenkan sebuah inovasi Jatu Hydroterapi Herbal untuk penderita nyeri dan kebas bagi penderita diabetes.

Jatu Hydroterapi Herbal memiliki komposisi bahan alami seperti lombok merah, jinten hitam, kunyit, delingu, jahe, kayu manis, cuka apel, dan garam laut, pengunaan dengan cara penggunaannya dilakukan dengan perendaman kaki menggunakan air es yang telah dicampur komposisi herbal, Sabtu, (17/1).

Dosen FKK Unusa, Iis Noventi SKep Ns MKep mengungkapkan, dirinya sering melihat penderita diabetes merasa tidak nyaman karena nyeri neuropati, disitu ingin membantu mencarikan solusi agar mereka bisa merasa lebih nyaman menjalani aktivitas sehari-hari.

”Proses pengembangannya dan riset yang cukup panjang, dimana menelusuri bahan hingga ke Jawa Tengah, mengikuti pelatihan rempah bersama Agradaya Yogyakarta, serta berdiskusi dengan para pakar dari Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, dan semua proses ini dilakukan supaya racikan yang dihasilkan benar-benar tepat,” jelasnya.

Lis menyampaikan, Inovasi sudah di daftarkan untuk paten sejak tahun 2023, tapi baru resmi mendapat sertifikat paten pada 2025 ini.

”Membuktikan efektivitas inovasinya menggandeng Puskesmas Sawahan sebagai mitra dalam uji coba lapangan, penelitian melibatkan 60 penderita diabetes yang dibagi menjadi tiga kelompok, kelompok pertama hanya direndam dengan air dingin, kelompok kedua direndam menggunakan Jatu Hydroterapi Herbal dan air dingin, sedangkan kelompok ketiga dikombinasikan antara Jatu Hydroterapi Herbal dan senam kaki,” ucapnya.

Berita Terkait :  Kebijakan Makan Bergizi Gratis: Pragmatisme Negara Mencerdaskan Anak Bangsa

Hasil uji coba, tambah Iis mengatakan bahwa kelompok dikombinasikan dengan senam kaki mengalami penurunan nyeri paling signifikan, disusul kelompok yang menggunakan Jatu Hydroterapi Herbal tanpa senam kaki, dan penurunan nyeri paling kecil terjadi pada kelompok yang hanya direndam air dingin.

”Melakukan evaluasi berkala juga, para responden menyampaikan bahwa nyeri dan rasa kebasnya berkurang setelah berendam dengan Jatu Hydroterapi Herbal, tapi hasil memang lebih optimal jika dikombinasikan dengan senam kaki dan rutin dilakukan,” tandasnya Lis.

Lis berharap pengembangan inovasi ini ke level riset yang lebih tinggi, sekrang Jatu Hydroterapi Herbal masih berbentuk simplisia atau bahan kering, berencana menggandeng mitra penelitian supaya produk dapat diekstraksi dan dikomersialkan secara lebih luas, bisa dijadikan obat herbal, difarmasikan, serta dibpomkan agar standarisasinya jelas. [ren.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru