Surabaya, Bhirawa
Usai terpilih sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Jawa Timur, Debi Sisilia Samoa bersama tim formatur mulai menyusun kepengurusan, selain itu ia juga akan membuat program untuk mengembangkan dan membina atlet.
Saat ditemui di acara sarasehan yang digelar di Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jatim, Debi Sisilia Samoa mengatakan akan segera merekrut pengurus yang berkompeten di bidangannya untuk menjalankan roda organisasi.
Jumlah pengurus KORMI Jatim di bawah kepemimpinannya juga akan lebih ramping jika dibandingkan kepengurusan sebelumnya. “Sekitar 80 persen pengurus berasal dari induk organisasi olahraga (Inorga), sementara sisanya diisi tenaga profesional pendukung,” kata Debi, Selasa (27/1).
Alasan Debi untuk merekrut pengurus dari Inorga karena selama ini mereka lebih banyak memiliki pengalaman dan tahu kondisi di lapangan. ” “Mereka adalah pelaku langsung di lapangan. Mereka tahu kebutuhan dan lebih aktif bergerak. Sisanya baru tenaga profesional, misalnya di bidang hukum atau olahraga,” ujarnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, sebagai kepanjangan tangan KORMI pusat, kepengurusan baru di tingkat provinsi akan memprioritaskan penguatan partisipasi masyarakat dalam olahraga rekreasi melalui program-program yang terstruktur dan berkelanjutan. “Karena kita di level provinsi, tentu kita menjalankan template dari pusat, yakni Indonesia Aktif,” ujar Debi dalam wawancara usai terpilih sebagai Ketua KORMI Jatim.
Ia menjelaskan, Indonesia Aktif akan diterjemahkan ke dalam sejumlah program utama. Di antaranya Minggu Bugar, yang dikemas dalam kegiatan olahraga massal serupa Car Free Day, serta Bincang Bugar sebagai forum diskusi seputar kesehatan dan gaya hidup aktif. Selain itu, KORMI Jatim juga menyiapkan program capacity building untuk memperkuat kapasitas organisasi, serta sport festival yang konsepnya menyerupai Festival Olahraga Nasional (FORNAS) namun digelar di tingkat provinsi.
Di bidang event olahraga, Debi menyebut KORMI Jatim dalam waktu dekat akan menghadapi Festival Olahraga Provinsi (FORPROP) yang direncanakan berlangsung di Jember pada pertengahan tahun. Namun, karena kegiatan tersebut merupakan program kepengurusan sebelumnya, pihaknya masih akan membahas ulang pelaksanaannya agar proses transisi berjalan mulus.
“Karena ini program lama yang masuk ke kepengurusan baru, tentu akan kami bicarakan lagi supaya transisinya lancar,” kata Debi.
Untuk pembinaan atlet olahraga rekreasi, Debi memilih melanjutkan program-program yang selama ini sudah berjalan dengan baik. KORMI Jatim, kata dia, akan berperan sebagai fasilitator bagi Inorga yang mengajukan program pelatihan atau pengembangan.
“KORMI akan membantu, mengevaluasi, dan mendukung. Terutama dari sisi anggaran, karena itu yang paling krusial,” ucap Debi. Ia mengakui bantuan mungkin belum bisa diberikan secara penuh, namun tetap berupaya agar Inorga tidak bergerak sendiri tanpa dukungan biaya.
Debi juga berharap adanya sinergi yang lebih kuat dengan pemerintah daerah, khususnya dalam hal dukungan anggaran dan kemudahan koordinasi. Ia menilai sinyal positif sudah terlihat dari komunikasi awal dengan Dispora Jatim. “Kami berharap kerja sama yang baik agar langkah kami tidak dipersulit. Di Surabaya sudah ada niat baik untuk bertemu dan membahas lebih lanjut,” katanya.
Selain pemerintah, Debi menilai peran swasta menjadi elemen penting dalam mendukung keberlangsungan program KORMI Jatim. Strategi yang akan ditempuh adalah memaksimalkan jaringan pengurus sekaligus memastikan kualitas program yang ditawarkan. “Kuncinya program harus bagus. Kalau program kita baik, nilai tawar kita di mata sponsor juga tinggi,” katanya. [wwn]

