Kota Mojokerto, Bhirawa
Calon Jamaah Haji (CJH) dari Pemkot Mojokerto tahun 2026 ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun 2025 lalu. Bila tahun 2025 lalu hanya 129 orang, namun kini mengalami peningkatan menjadi 224 CJH, artinya mengalami peningkatan hingga 70%.
Untuk tahun 2026 jumlah CJH meningkat lebih dari 70 persen yakni sebanyak 224 calon CJH. Dan untuk memberikan pelayanan yang maksimal sekaligus memberi tuntunan ibadah haji agar bisa memenuhi syarat dan rukun haji. Para CJH telah mengikuti Manasik Haji selama enam hari.
Sebagaimana disampaikan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Mojokerto, Moh Hilmi Faqih, dari jumlah 224 CJH itu telah melaksanakan Manasik haji secara bertahap. Pada 10 hingga 15 Februari manasik haji tahap pertama dilaksanakan di tingkat Kecamatan usai mengikuti manasik haji secara nasional via Zoom Meeting.
Moh Hilmi menjelaskan, kemudian dilanjutkan di tingkat daerah yakni manasik haji yang digelar di Pendapa Sabha Kridatama Rumah Rakyat untuk Manasik teori pada Jumat (13/2). Sedangkan untuk Manasik Praktek dilaksanakan di Halaman Masjid IPHI Kabupaten Mojokerto di Jabon pada Hari Minggu (15/2).
”Sementara untuk jadwal pemberangkatan CJH Pemkot Mojokerto akan diberangkatkan pada tanggal 6 Mei mendatang, yakni pada Kloter 60 gelombang II bergabung dengan CJH dari Kabupaten Jombang,” jelas Moh Hilmi.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Heryana Dodik Murtono, yang hadir mewakili Wali Kota Ika Puspitasari menyampaikan, Pemerintah Kota Mojokerto berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Kementerian Haji dan Umrah, tenaga kesehatan, serta seluruh panitia penyelenggara haji guna memastikan pelayanan terbaik bagi para jamaah. Mulai dari proses pembinaan, pemeriksaan kesehatan, pemberangkatan hingga kepulangan kembali ke tanah air menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
”Kami ingin seluruh jamaah berangkat dengan aman, menjalankan ibadah dengan nyaman, dan kembali dalam keadaan sehat serta membawa keberkahan bagi keluarga dan masyarakat. Aamiin,” ujarnya saat membacakan sambutan wali kota.
Dodik juga menyampaikan, agar para jamaah mengikuti seluruh rangkaian manasik dengan sungguh-sungguh, menjaga kesehatan sejak dini, serta memperkuat niat dan keikhlasan
”Para jamaah diharapkan menjaga kekompakan, saling membantu, dan menunjukkan akhlak terbaik sebagai representasi masyarakat Kota Mojokerto. Manasik haji bukan hanya pembelajaran teknis pelaksanaan ibadah, tetapi juga penguatan kebersamaan, kedisiplinan, dan kesabaran sebagai bekal penting selama menjalankan ibadah di Tanah Suci,” katanya
”Pemerintah Kota Mojokerto berharap seluruh rangkaian pembinaan ini dapat menjadi bekal spiritual, sekaligus kesiapan fisik dan mental bagi jamaah dalam menunaikan ibadah haji, yang merupakan perjalanan ibadah istimewa dengan waktu dan tempat yang telah ditentukan,” tandasnya. [min,oky.fen]

