Sampang, Bhirawa
Ratusan Sekolah Dasar (SD) di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang, dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi. Sebanyak 138 sekolah telah diusulkan program revitalisasi tahun anggaran 2026.
Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang, Yusuf, menyampaikan bahwa berdasarkan data yang diterimanya dari Pemerintah Pusat sebagaimana tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), terdapat 464 sekolah dengan kategori kerusakan, mulai dari ringan hingga berat.
“Data dari pusat yang disajikan kepada kami, kemungkinan melalui Dapodik, sekitar 464 sekolah dengan kategori kerusakan ringan sampai berat,” ujarnya, Selasa (17/2).
Yusuf menjelaskan, jumlah seluruh sekolah dasar se-Kabupaten Sampang di bawah Disdik sebanyak 641 sekolah, dengan rincian 511 SD negeri dan 130 SD swasta.
Hampir seluruh sekolah SD mengalami kerusakan, baik rusak ringan hingga rusak berat,” bebernya.
Namun demikian, lanjut Yusuf, untuk tingkat SD saat ini Kabupaten Sampang mendapat kuota mengusulkan sebanyak 138 sekolah dalam program revitalisasi sekolah pada tahun anggaran 2026.
“Saat kami mengikuti rapat di Jakarta beberapa waktu lalu, untuk tahun ini pengusulan akan dibagi dalam beberapa tahap, atau sekitar 10 persen dari total kuota yang diusulkan,” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu SD negeri di Kabupaten Sampang yang mengalami kerusakan berada di UPTD SDN Tamberu Daya 6, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang.
Amsainuddin, selaku Kepala Sekolah (Kepsek) UPTD SDN Tamberu Daya. Ia mengatakan ada tiga ruang kelas yang sudah tidak bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar karena kondisinya mengkhawatirkan.
“Ruang kelas yang tidak bisa dipakai adalah kelas 1, 2, dan 3. Untuk sementara, murid digabung ke ruang kelas lain,” ujar. [lis.gat]


