24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Targetkan Kemandirian Kerja Bagi Pemuda dan Disabilitas

Pemprov Jatim, Bhirawa
Harapan besar untuk meningkatkan angka kebekerjaan yang berkualitas bagi kaum muda, perempuan dan penyandang disabilitas di Jawa Timur menjadi ruh utama dalam pembukaan rangkaian kegiatan sinergis antara Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur bersama Yayasan Plan International Indonesia (YPII), di Santika Hotel Gubeng Surabaya, Rabu (4/2).

Kepala Disnakertrans Provinsi, Jatim Sigit Priyanto menjelaskan, kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan dampak nyata bagi para pencari kerja melalui penguatan aspek employability (kesiapan kerja) maupun self-employability (kemandirian usaha).

”Kita harus duduk bersama merencanakan hingga mengeksekusi program ketenagakerjaan yang adaptif dan inklusif,” ujarnya di hadapan para pemangku kepentingan di Hotel Santika Premier Gubeng, Surabaya.

Kegiatan yang diawali dengan “Sarasehan Sinkronisasi Program Ketenagakerjaan Inklusif” ini merupakan kelanjutan kerja sama dari tahun 2025. Pada tahun 2026, kemitraan diperluas melalui Program FutureMakers dan program baru bertajuk ‘You RISE’.

Program-program ini dirancang untuk menyasar kelompok rentan agar memiliki daya saing tinggi di sektor formal maupun informal. Langkah strategis ini juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming khususnya poin ketiga mengenai peningkatan lapangan kerja berkualitas dan poin ke-4 terkait penguatan SDM, serta kesetaraan gender.

”Tahun 2026 ini, kami ingin mengoptimalkan pola kemitraan untuk menekan angka pengangguran terbuka. Tidak hanya mengejar kuantitas penempatan, tetapi juga memastikan tenaga kerja memiliki mutu yang berdampak pada produktivitas perusahaan maupun kemandirian ekonomi,” tambah Sigit.

Berita Terkait :  UMKM Bisa Tumbuh Cepat Jika Didampingi dengan Tepat

Disnakertrans Jatim juga mendorong 16 Unit Pelaksana Teknis Balai Latihan Kerja (UPT BLK) di bawah naungannya untuk bermitra dengan YPII. Melalui intervensi pelatihan, mentoring, dan fasilitasi akses ke dunia kerja, para lulusan BLK diharapkan mendapatkan dukungan penuh untuk terserap di pasar kerja yang aman dan inklusif.

Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran strategis mulai dari perwakilan YPII, Staf Ahli Gubernur Bidang Kesra dan SDM, Bappeda Jatim, BPJS Ketenagakerjaan, Kadin Institute, hingga Dinas Pendidikan Prov. Jatim. Melalui forum ini, seluruh elemen pentahelix sepakat untuk mengawal keberlanjutan program hingga mencapai tahap penempatan yang terukur.

Dalam paparannya, Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans Jatim, Purwanti Utami menyampaikam untuk menurunkan amgka pengangguran terbuka, Pemprov Jatim mengoptimalkan program pelatihan kerja berbasis kompetensi, Job Market Fair, penguatan Balai Latihan Kerja (BLK), serta pengembangan wirausaha baru.

Terobosan utama dilakukan melalui Millenium Job Center (MJC) yang memfasilitasi generasi milenial dan Gen Z memasuki pasar kerja berbasis digital dan gig economy. Perhatian khusus juga diberikan kepada tenaga kerja perempuan dan penyandang disabilitas melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD) Ketenagakerjaan.

Selain itu, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik dan Singhasari diproyeksikan membuka ratusan ribu peluang kerja baru hingga 2030. Pemprov Jatim optimistis langkah strategis ini mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja sekaligus mempercepat penyerapan lapangan kerja di Jawa Timur.

Berita Terkait :  Samapta Polres Situbondo Blusukan Sedekah Nasi Kotak untuk Buruh Tani

Sedangkan Bidang Pelatihan dan Produktivitas Disnakertrans Jatim memaparkan pelatihan vokasi difokuskan pada kebutuhan pasar kerja, peningkatan kompetensi, serta perluasan akses bagi kelompok rentan. Dimana Pelatihan vokasi harus menghasilkan tenaga kerja yang siap kerja dan sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri.

Pada 2026, Disnakertrans Jatim memprioritaskan program pelatihan dan pemagangan, akreditasi lembaga pelatihan, penyelarasan kurikulum dengan dunia usaha, serta peningkatan sertifikasi kompetensi. Melalui penguatan program vokasi ini, Pemprov Jatim menargetkan peningkatan kualitas tenaga kerja sekaligus menekan angka pengangguran secara berkelanjutan. [rac.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru