25 C
Sidoarjo
Tuesday, February 3, 2026
spot_img

Institut STTS Gelar Bootcamp AI Bagi Jurnalis, Perkuat Etika dan Tanggung Jawab di Era Kecerdasan Buatan


Surabaya, Bhirawa
Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (Institut STTS) mengadakan Bootcamp Artificial Intelligence for Journalist di Kampus ISTTS.

Tujuan acara tersebut memperkuat pemahaman praktis kecerdasan buatan sekaligus menjaga integritas dan etika jurnalistik di tengah derasnya adopsi teknologi AI di ruang redaksi. Kegiatan tersebut dikuti oleh Jurnalis yang terlibat berasal dari berbagai komunitas, antara lain Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya, Forum Komunikasi Jurnalis Nahdliyin (FJN), Rumah Literasi Digital (RLD), Forwas Sidoarjo, serta peserta umum. Selasa, (3/2/2026)

Kepala Humas iSTTS Surabaya, Mas Rara Dwi Yanti Handayani, menyapaikan manfaat AI pada dunia jurnalistik tidak bisa dihindari, tapi perlu dibarengi pemahaman etika dan tanggung jawab profesi.

“AI membantu jurnalis bekerja lebih cepat dan efisien, tetapi akurasi, verifikasi, dan nurani berada di tangan manusia, sebab itu Institut STTS fasilitasi belajar supaya jurnalis mampu memanfaatkan AI tanpa mengorbankan prinsip jurnalistik,” pungkas Rara.

Bootcamp menghadirkan pemateri pada kalangan akademisi dan praktisi AI, antara lain Dr. Lukman Zaman, S.Kom., M.Kom. membedah generative AI, prompt engineering, serta pemanfaatannya untuk konten multimedia dan visual, Prof. Dr. Ir. Esther Irawati Setiawan, S.Kom., M.Kom., yang juga Google Expert dan Lead Organizer GDG Surabaya, mengulas social network analysis, multimodal AI, serta tantangan etika di era kecerdasan buatan dan Dr. Ir. Yosi Kristian, S.Kom., M.Kom. memaparkan machine learning dan computer vision yang mulai banyak digunakan dalam pengolahan data visual dan investigasi digital.

Berita Terkait :  PKKMB Untag Surabaya Hadirkan Nuansa Romantis bareng Maliq & D'Essentials

Lanjut Rara mengatakan bahwa melalui bootcamp ini Institut STTS menujukan perannya sebagai institusi pendidikan responsif terhadap dinamika industri dan AI Campus. “Tidak cuman mencetak talenta teknologi, kampus mengambil bagian dalam menjaga kualitas informasi publik dengan membekali jurnalis keterampilan AI yang etis, akurat, dan bertanggung jawab,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Rumah Literasi Digital, Andika Ismawan, menjelaskan pelatihan sebagai respons konkret tantangan baru dunia jurnalistik di era kecerdasan buatan. “AI tidak akan bisa diposisikan sebagai pengganti jurnalis, teknologi ialah alat bantu yang harus dikendalikan dengan literasi, etika, dan kesadaran dampak, dari bootcamp kami ingin jurnalis memahami cara kerja AI sekaligus tahu batas penggunaannya,” tuturnya.

Kolaborasi dengan Institut STTS menjadi langkah strategis untuk mempertemukan keunggulan akademik dengan kebutuhan praktis insan pers di lapangan, tambah Andika, Jurnalis dituntut cepat, tetapi tetap akurat, tanpa literasi digital yang memadai, AI bisa menjadi sumber kesalahan baru, sebab pelatihan berbasis praktik penting supaya teknologi digunakan secara kritis dan bertanggung jawab. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru