24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Gelar Piala Gadisku, Pionir Turnamen Esport Disabilitas Pertama di Jawa Timur

Surabaya, Bhirawa
Gadisku (Galeri Disabilitas Kinasih dan UPT) bersama Jagat Esport (Jawara Games Disabilitas) siap mengukir sejarah dengan menggelar turnamen esport khusus penyandang disabilitas bertajuk “Piala Gadisku” pada 7 Februari mendatang. Mengusung gim Mobile Legends: Bang Bang, ajang ini menjadi kompetisi esport disabilitas pertama yang diselenggarakan di wilayah Jawa Timur.

Direktur Galeri Disabilitas Kinasih dan UPT Dinsos Jatim (GADISku) Edy Cahyono menyampaikan, kegiatan esport ini merupakan kali pertama di Jawa Timur, dan tentunya menjadi upaya pemberdayaan bagi para disabilitas untuk selalu berkreasi dan kreatif. “Esport ini termasuk ajang paralimpik, dan idenya ini ya dari para disabilitas ini, ” ujarnya.

Lebih lanjut Sekretaris Jagat Esport, Anjasmoro, mengungkapkan inisiatif ini lahir dari kerinduan akan wadah kompetisi yang inklusif bagi teman-teman disabilitas di tengah pesatnya perkembangan industri gim online.

“Teman-teman disabilitas butuh ruang untuk berekspresi, khususnya di bidang esport yang sedang booming. Selama ini mereka bingung mau berkompetisi di mana karena wadahnya belum tersedia. Itulah alasan Jagat Esport hadir,” ujar Anjasmoro.

Hingga saat ini, antusiasme peserta sangat tinggi dengan 40 pemain yang sudah terdaftar, yang nantinya akan terbagi ke dalam 8 tim. Terkait kesiapan anggaran, Anjasmoro menjelaskan bahwa total biaya yang dibutuhkan mencapai Rp13 juta.

“Saat ini dana mandiri yang terkumpul sudah ada meskipun masih sedikit, dan kami telah melakukan sounding ke pihak DPRD serta beberapa perusahaan. Kami optimis, namun jika sponsor belum tertutup sepenuhnya, kami sudah menyiapkan planning cadangan agar acara tetap berjalan pada 7 Februari,” tambahnya.

Berita Terkait :  Polda Jatim Launching P2L Maliki Biodiversity Forest Kota Batu

Turnamen ini, lanjutnya, bukan sekadar ajang main bareng. Para pemenang (Juara 1, 2, dan 3) nantinya akan mendapatkan pembinaan profesional di bawah naungan ESI (Esports Indonesia), KONI, dan Kemenpora. Tujuannya agar para atlet disabilitas Jawa Timur mampu bersaing di level nasional maupun internasional.

Setelah sukses dengan Piala Gadisku, Jagat Esport telah merancang agenda yang lebih besar, yakni kompetisi Esport Inklusi. Dalam konsep ini, setiap tim akan terdiri dari gabungan pemain non-disabilitas dan disabilitas.

“Kami ingin menghapus sekat-sekat yang ada. Ke depannya, dalam satu tim ada yang normal dan ada yang disabilitas, bermain bersama tanpa perbedaan,” tegas Anjasmoro.

Melalui event ini, Jagat Esport berharap adanya perhatian lebih dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, terutama dalam hal pembaruan Peraturan Daerah (Perda) yang lebih mendukung ekosistem kreativitas dan olahraga bagi penyandang disabilitas. [rac.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru