25 C
Sidoarjo
Thursday, January 22, 2026
spot_img

Kawasan Wisata dan Peternakan Kota Batu Terdampak Tanah Longsor


Kota Batu, Bhirawa
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Batu mengakibatkan kondisi tanah jenuh. Akibatnya, musibah tanah longsor terjadi di beberapa titik hingga mempengaruhi kenyamanan pariwisata, Rabu (21/1) malam.

Salah satunya, tanah longsor terjadi di Jl Trunojoyo, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu yang merupakan kawasan wisata Payung 2.

Di malam yang sama, tanah longsor juga terjadi di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji yang merupakan kawasan peternakan sapi. Hujan deras yang juga mengguyur kawasan ini menyebabkan plengsengan non teknis penahan jalan tak bisa menahan tanah jenuh dan akhirnya ambrol.

“Untuk kawasan Payung 2, tebing di sisi jalan mengalami longaor dengan dimensi kurang lebih tinggi 5 meter dan lebar 4 meter. Material longsoran menutup saluran drainase serta separuh badan jalan hingga memaksa arus lalu lintas diberlakukan sistem buka-tutup guna menjaga keselamatan pengguna jalan,” jelas Suwoko, Plt Kalaksa BPBD Kota Batu, Kamis (22/1).

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kota Batu bersama unsur terkait langsung melakukan kaji cepat dan koordinasi lintas sektor. Mereka melakukan pembersihan material longsor secara manual, penyemprotan sisa material, serta pengaturan arus lalu lintas di lokasi kejadian.

BPBD Kota Batu yang melakukan kaji cepat dan mitigasi bencana juga merekomendasikan tindak lanjut pasca bencana. Antara lain, penguatan struktur tanah dengan penanaman vetiver, normalisasi saluran drainase, serta peningkatan kewaspadaan masyarakat, khususnya saat hujan dengan intensitas tinggi dan melintasi wilayah rawan bencana.

Berita Terkait :  Manfaatkan Air Permukaan, PJT I Resmikan SPAM Bango, Pastikan Pasokan Air Tercukupi

“Dan berkat penanganan cepat di lapangan, kondisi lalu lintas saat ini telah kembali normal, dan dipastikan tidak ada korban dalam musibah ini,” tambah Suwoko.

Kemudian BPBD Kota Batu bersama Perangkat Kelurahan Songgokerto melaksanakan kegiatan Assessment Awal Rehabilitasi dan Rekonstruksi (A2R2) pasca kejadian bencana. A2R2 ini bertujuan untuk melakukan pendataan awal terhadap dampak kerusakan serta mengidentifikasi kebutuhan penanganan pasca bencana. Data hasil assessment tersebut akan digunakan sebagai dasar dalam penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak.

Adapun untuk musibah di Dusun Brau, tanah jenuh yang terjadi meruntuhkan plengsengan dengan dimensi kurang lebih tinggi 6 meter, panjang 6 meter, dan lebar timbunan sekitar 1 meter.

Material longsoran tersebut mengenai dinding rumah milik Ngariono hingga menyebabkan ybs mengalami kerugian hingga puluhan juta Rupiah. Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD merekomendasikan pembangunan plengsengan teknis oleh instansi terkait, serta pemberian bantuan logistik kepada warga terdampak.

Terpisah, Kapolres AKBP Dr Aris Purwanto SH SIK MH bersama Pejabat Utama (PJU) Polres Kota Batu juga merespon kejadian bencana di Payung 2. Mereka melakukan pengecekan langsung ke lokasi bencana untuk memastikan kondisi lapangan sudah aman bagi keselamatan warga.

Dalam pengecekan ini kita kaji kondisi tebing yang mengalami pergerakan tanah, serta memastikan kesiapan personel dalam pengamanan sekaligus mengantisipasi terjadinya tanah longsor susulan, dan juga penanganan pasca bencana,” ujar Aris.

Berita Terkait :  Polres Tulungagung Tangkap Bapak Anak Tersangka Curanmor Antar Kota

Ia menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama sehingga setiap potensi bahaya harus diantisipasi sedini mungkin.Dan diimbau kepada masyarakat agar tetap waspada, khususnya saat melintas di kawasan rawan bencana pada kondisi cuaca ekstrem. [nas.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru