26 C
Sidoarjo
Wednesday, January 14, 2026
spot_img

Puncak Adat Rajabiyah

Perayaan adat budaya akan berpuncak pada hari Jumat pekan ketiga bulan Januari. Berbagai komunitas sosial bergerak melalui aktifitas keagamaan, dengan berbagai jamuan pesta rakyat. Sebagian masjid dan mushala juga menyelenggarakan doa istighotsah, dan pengajian. Adat budaya Rajabiyah, dirayakan sebagai sukacita umat menerima perintah shalat dalam peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Doa utama pada bulan Rajab, adalah, pengharapan bertemu dengan bulan (puasa) Ramadhan.

Parayaan secara adat tetap digelar di berbagai daerah. Walau suasana ke-iklim-an masih dikepung hujan deras. Meng-akibatkan bencana hidrometeorologi, berupa banjir dan longsor. Di berbagai daerah juga ditambah suasana ke-ekonomi-an rada suram. Karena hasil panen tidak menggembirakan. Harga jeblok, terutama jagung dan sayuran. Tetapi bersyukur adat Nusantara (Indonesia) memiliki budaya perayaan (sekaligus pemuliaan) bulan Rajab. Terdapat puasa puasa Rajab, menghemat pengeluaran rumah tangga.

Pada bulan Rajab, masyarakat seantero Indonesia memiliki adat budaya berbasis keyakinan agama. Menyemarakkan Rajab, dengan berbagai ke-guyub-an sosial. Serta istighotsah, doa bersama, menglipur penderitaan. Sekaligus menjadi ekonomi kreatif tingkat lokal, tetapi sangat masif. Keluarga yang tergolong mampu berkolaborasi menyelenggarakan perayaan Rajab. Misalnya, menyelenggarakan Nyadran, yang dilaksanakan warga kecamatan Gunungpati, Semarang.

Berbagai atraksi adat budaya ditampilkan kembali, bisa membangkitkan ekonomi kreatif. Di berbagai keraton Jawa terdapat budaya Nyadran, dan Rajaban. Ada Rejeban Peksi Buraq di Yogyakarta. Ada Nganggung di Bangka Belitung. Serta di Lombok (Nusa Tenggara Barat) ada Ngurisan. Pesta budaya rakyat mulai digelar. Berbagai komunitas sosial bergerak melalui aktifitas keagamaan, dengan berbagai jamuan pesta rakyat. Juga melibatkan umat lintas iman. Tanpa bendera parpol.

Berita Terkait :  BUMDes Binaan Bank UMKM Jatim Jangkau Pasar Kalimantan

Bulan Rajab menandai bulan ketujuh dalam kalender Islam (Hijriyah). Menjadi salahsatu diantara 4 bulan yang dimuliakan dalam ajaran Islam. Periode bulan lain yang dimuliakan, adalah Zulkaidah. Tradisi Jawa disebut wulan Sela, masyarakat Sunda menyebut bulan Hapit. Juga terdapat bulan Zulhijjah (bulan ke-12 dalam kalender Hijriyah, waktu pelaksanaan Haji), dan bulan bulan Muharram (bulan pertama, awal tahun baru Islam).

Dalam bulan Rajab terdapat peristiwa Isra’ mi’raj. Yakni perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari sisi Ka’bah (Makkah) menuju masjid Al-Aqsha (di Yerussalam, petilasan Nabi Musa a.s., dan Nabi Isa a.s.). Dilanjutkan perjalanan Mi’raj Nabi Muhammad SAW ke langit tujuh hingga Sidratil Muntaha. Suatu tempat penghujung langit ketujuh, ditandai dengan sebuah pohon Bidara besar (pada keyakinan lain disebut “pohon kehidupan”). Sebagai batas yang tidak bisa dilampaui seluruh makhluk.

Peristiwa Isra’ Mi’raj, terjadi pada malam tanggal 27 Rajab, sekaligus menjadi uji ambang batas keimanan, dan kesaksian kebenaran Nabi Muhammad SAW. Jarak dari Makkah ke Yerussalem, pada masa lalu biasa ditempuh dengan perjalanan onta selama sebulan. Tetapi kanjeng Nabi Muhammad SAW bisa menempuhnya dalam satu malam. Tidak sedikit umat Islam pada periode pertama (para sahabat), awalnya meragukan Isra’ Mi’raj.

Namun setelah diperkuat dengan cerita (kesaksian) Kanjeng Nabi SAW tentang 3 kafilah (rombongan), masyarakat baru percaya adanya mukjizat dalam Isra’ Mi’raj. Bahkan Nabi Muhammad SAW juga turut minum dari wadah air besar yang dimiliki anggota kafilah kedua. Cerita pertemuan Nabi SAW dengan tiga rombongan, seluruhnya menjadi bukti kebenaran. Termasuk berbagai detil warna jubah, dan pembungkus barang. Meyakinkan kebenaran perjalanan yang maha ajaib.

Berita Terkait :  Jelang Nataru, Polres Gresik Amankan Ratusan Botol Miras di Menganti

Isra’ Mi’raj, bukan fiktif. Pada intinya adalah pertemuan Nabi Muhammad SAW dengan Ilahi sang Maha Pencipta. Khusus menerima perintah shalat lima waktu, dan membangun peradaban manusia.

——– 000 ———

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru