Gresik, Bhirawa
Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Timur (Diskop UKM Jatim) menggelar Workshop Digital Entrepreneurship, Senin (8/9) di Plasa Telkom Gresik.
Kegiatan ini merupakan langkah strategis memperkuat kemitraan dan jejaring para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), dengan memanfaatkan teknologi digital.
Kabid Pemasaran Dinkop UKM Jatim, Andrio Himawan Wahyu Aji mewakili Kepala Diskop dan UKM Jatim, Endy Alim Abdi Nusa mengatakan, UMKM di Jawa Timur memiliki peran yang sangat vital. Utamanya dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.
“Sektor ini tidak hanya menyerap tenaga kerja terbesar. Tetapi menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang mampu mendistribusikan pendapatan secara merata ke seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut pihaknya menerangkan, Jatim memiliki program Jawa Timur Belanja Online atau yang disebut sebagai Jatim Bejo. Jatim Bejo merupakan proses digitaliasi pengadaan barang/jasa dengan memanfaatkan e-marketplace dalam bentuk toko daring untuk pengadaan barang/jasa Pemerintah di Provinsi Jatim.
Untuk itu, Diskop UKM Jatim melalui Bidang Pemasaran mendukung penuh upaya pelaku UMKM untuk bergabung pada pengadaan barang/jasa yang dilakukan oleh Pemerintah. Melalui materi, di antaranya mengenai pengadaan barang/jasa Pemerintah dan pendampingan onboarding pada toko daring, pihaknya berharap UMKM dapat menangkap peluang ini.
“Harapannya, kegiatan Workshop Digital Entrepreneurship ini medorong para pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi. Serta mengembangkan relasi, jejaring dan bersinergi dengan BUMN dalam pengadaan barang dan jasa Pemerintah,” harapnya.
Dengan adanya workshop ini juga, para pelaku Koperasi dan UKM mendapatkan wawasan dan keterampilan yang relevan untuk bersaing dan berkembang di pasar yang semakin terdigitalisasi. Sehingga dapat berpartisipasi aktif dalam program belanja Pemerintah Daerah Jawa Timur.
“Mari kita wujudkan visi bersama untuk memajukan UKM indonesia, khususnya di Jawa Timur, melalui pengembangan jaringan dan kemitraan yang strategis dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Seperti diketahui, sektor Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (KUMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, termasuk di Jawa Timur. Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM di Indonesia pada tahun 2024 mencapai lebih dari 65 juta unit usaha yang tersebar di berbagai sektor, mulai dari kuliner, fashion, kerajinan tangan, hingga teknologi digital. [bed,eri.gat]

