Pemprov, Bhirawa
Yayasan Plan International Indonesia (YPII) berkolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur terus memperkuat langkah strategis dalam menekan angka pengangguran kaum muda di Jawa Timur.
Melalui program You RISE dan Future Makers, YPII yang berkolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur menyelaraskan program pelatihan dan penempatan kerja yang lebih terintegrasi.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (4-5 Februari 2026) ini bertujuan memetakan inisiatif pemerintah seperti Dinas Tenaga Kerja Kota dan Kab di Surabaya Raya, BBPVP dan BLK serta Dinas Pendidikan Provinsi agar sejalan dengan kebutuhan industri.
Fokus utama kolaborasi ini adalah menciptakan ekosistem kerja yang inklusif dan memastikan transisi pemuda dari pelatihan menuju dunia kerja berjalan mulus.
Manajer Proyek You RISE YPII, Maya menekankan bahwa sinkronisasi sangat penting agar tidak terjadi tumpang tindih program. Selain teknis pekerjaan, YPII juga menitikberatkan pada aspek keamanan di lingkungan kerja.
“Kami mengundang sektor swasta untuk sosialisasi wawasan inklusivitas dan safeguarding. Tujuannya agar mitra dapat memberikan perlindungan serta lingkungan kerja yang aman dan layak bagi kaum muda,” jelasnya.
Dalam upaya mempercepat angka penempatan kerja, YPII juga menghadirkan 30 perusahaan dari sektor Teknologi Informasi (IT), hospitality, dan ritel. Project Manager Future Makers YPII, Rahardjo, mengungkapkan bahwa program ini telah melatih sekitar 900 peserta sejak September 2025, dengan hampir 200 orang di antaranya telah terserap ke dunia kerja.
“Kami ingin mengurangi risiko mismatch antara kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan industri. Fokus kami bagaimana menjawab tantangan susahnya mencari kerja bagi kaum muda in this economy, salah satunya adalah kolaborasi lintas sektor ini. Dalam proyek futuremakers ada 4 bidang utama yang digeluti IT seperti web development, ritel melalui social media management, apparel dan sektor hospitality,” papar Rahardjo.
Ia menambahkan, target besar program Future Makers adalah menyerap 1.500 tenaga kerja hingga tahun 2027 dari total sekitar 2000 lebih kaum muda yang terlibat mengikuti rangkaian pelatihan dan pendampingan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans Jatim, Purwanti Utami, menyatakan bahwa peran swasta sangat vital dalam mendukung tenaga kerja perempuan dan kelompok rentan.
“Anak-anak ini tidak dilepas begitu saja. Setelah masuk kerja, mereka tetap didampingi dalam hal soft skill dan adaptasi. Inilah nilai tambah kolaborasi dengan Plan Indonesia,” pungkas Purwanti.
Sinergi ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi perluasan akses kerja berkualitas di Jawa Timur, sekaligus mendukung target pemagangan nasional yang dicanangkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan. [rac.gat]

