24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Wisuda UMSurabaya ke-53, Beri Apresiasi untuk Perjuangan Mahasiswa Difabel dan Solidaritas ke Palestina


Surabaya, Bhirawa
Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) menggelar wisuda ke-53 di Dyandra Convention Center, Surabaya.

Pada acara tersebut sebanyak 927 wisudawan yang dikukuhkan dan UM Surabaya memberikan apresiasi khusus kepada mahasiswa difabel serta mahasiswi dari Palestina. Sabtu, (26/10/2025)

Rektor UM Surabaya, Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep. FISQua, menjelaskan bahwa kampus memberikan apresiasi tinggi kepada lulusan yang menunjukkan perjuangan luar biasa.

“UM Surabaya memberikan apresiasi pada lulusan terbaik atas kegigihannya supaya bisa menyelesaikan kuliahnya meskipun dengan perjuangan yang luar biasa, yaitu para difabel,” ucapnya.

Lanjut Mundakir mengatakan perjuangan ditunjukkan oleh enam mahasiswa difabel yang diwisuda salah satunya Bonifacius David Hendrawan, Lulusan Pendidikan Bahasa Inggris meraih cumlaude dengan IPK 3,68, dimana mendedikasikan prestasinya teruntuk sang ibu yang setiap hari merawat serta mengantar-jemputnya.

“Perjuangan luar biasa oleh ibunya dengan sepeda motor yang sudah disiapkan, makah dari itu kita beri apresiasi untuk melanjutkan studi lanjut dan beberapa mahasiswa difabel yang lain,” tutur Mundakir.

Selain para mahasiswa difabel, apresiasi khusus juga diberikan kepada Sondos Jehad Shnewra, mahasiswi asal Gaza, Palestina, tambah Mundakir, sukses meraih predikat cumlaude dari Program Pascasarjana.

“Sondos kuliah di Indonesia melalui program beasiswa Lazismu Jawa Timur, maka memberikan apresiasi kepada Sondos untuk studi lanjut S3 apabila ingin melanjutkan studi,” tuturnya.

Bonifacius David Hendrawan mengucapkan terima kasihnya pada kampus UMSurabaya yang telah mewujudkan mimpinya yang dulu hanya tertulis di atas, kini bisa membuktikannya.

Berita Terkait :  Meski Jarak Jauh, Sukses Jalani Tugas sebagai Abdi Negara

“Semoga dari beasiswa difabel bisa lebih banyak diakses oleh teman-teman difabel lainnya supaya bisa merasakan hak pendidikan yang setara,” harapan David.

David menambahkan telah menyiapkan rencana kedepan membuka kursus bahasa Inggris online, agar tetap produktif berbagi ilmu kepada orang lain.

“Waktu dekat, ingin memulai usaha private online bahasa Inggris, yang paling memungkinkan saya lakukan, Semoga bisa terwujud,” imbuhnya.

Sementara itu, Sondos Jehad Shnewra menyampaikan bahwa bantuan bukan hanya membuka jalan menuju ilmu, tapi menjadi simbol solidaritas dan kepedulian Indonesia terhadap Palestina.

“Beasiswa yang saya terima tidak tentang pendidikan, tapi juga tentang harapan dan persaudaraan antar bangsa, semoga setelah lulus, bisa menjalani kehidupan yang damai dan tenteram bersama orang-orang baik, serta mendapatkan pekerjaan yang bermanfaat,” kata Sondos. [ren]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru