25 C
Sidoarjo
Tuesday, February 3, 2026
spot_img

Waspada Radikalisme Digital di Tengah Generasi Muda

Di era digital yang semakin maju ini, internet dan media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, di balik kemudahannya, terdapat ancaman serius yang mengintai, yakni radikalisme digital. Radikalisme tidak lagi hanya menyebar di ruang fisik melalui pertemuan tertutup, melainkan telah bermigrasi dan berkembang biak secara masif di dunia maya.

Internet memberikan kemudahan bagi kelompok radikal untuk menyebarkan ideologi ekstrem, melakukan propaganda, dan merekrut anggota baru, khususnya di kalangan generasi muda yang aktif di media sosial. Algoritma media sosial sering kali menciptakan “ruang gema” (echo chamber) yang membuat pengguna hanya terpapar informasi searah, sehingga memperkuat pandangan radikal tanpa adanya filter kritis.

Konten ekstremis yang dikemas menarik, provokatif, dan memanipulasi sentimen agama atau politik membuat masyarakat mudah terhasut dan terpecah belah.

Ancaman ini tidak bisa disepelekan. Radikalisme digital dapat memicu intoleransi, konflik sosial, hingga aksi terorisme nyata. Kecepatan penyebaran informasi di internet membuat upaya penangkalan seringkali tertinggal. Selain itu, anonimitas di dunia maya memudahkan aktor radikal untuk bersembunyi.

Oleh karena itu, diperlukan sinergi berbagai pihak untuk memerangi radikalisme digital. Pemerintah perlu memperkuat literasi digital dan keamanan siber, serta melakukan penegakan hukum yang tegas terhadap penyebaran konten radikal. Platform media sosial juga bertanggung jawab untuk meningkatkan moderasi konten dan memutus rantai penyebaran ideologi ekstrem.

Berita Terkait :  Koramil Magersari Dampingi Program MBG Sasar 2.975 Siswa

Namun, yang terpenting adalah peran aktif kita sebagai pengguna internet. Kita harus bersikap kritis terhadap informasi, tidak mudah terprovokasi, dan melaporkan konten radikal. Keluarga juga memiliki peran krusial dalam menanamkan nilai-nilai toleransi dan moderasi sejak dini.

Mari kita jadikan dunia digital ruang yang aman, produktif, dan harmonis, bukan tempat persemaian radikalisme yang mengancam persatuan bangsa.

Rianto Wibowo
Driyorejo, Gresik

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru