Pemkab Madiun, Bhirawa
Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Madiun pada Kamis (2/4).
Ia terlebih dahulu meninjau proyek Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Nglames, yang progresnya mencapai 18 persen atau 2 persen di atas rencana awal. Wamen PU meminta proyek selesai tepat waktu pada Juni mendatang agar siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
“Harapannya Juni sudah selesai karena sudah ada siswa masuk,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya percepatan tanpa mengorbankan kualitas, mulai dari struktur bangunan hingga estetika dan kelestarian lingkungan.
Diana pun meminta dukungan Pemkab Madiun, terutama dari Wakil Bupati Purnomo Hadi yang mendampingi, untuk membantu pemenuhan tenaga kerja guna mengantisipasi kendala di lapangan.
Selanjutnya, Wamen PU meninjau Bendungan Kedungrejo yang tanggulnya jebol akibat hujan deras. Bendungan yang dibangun 1936 dan terakhir direnovasi 1970 ini sangat vital karena mengairi 1.554 hektar lahan pertanian.
“Saya lihat di berita ada bendungan ini jebol, lalu saya langsung ke lokasi hari ini,” katanya.
Kerusakan ini berdampak pada irigasi sekitar 1.436 hektar sawah, sehingga pemerintah segera melakukan penanganan darurat bersama BBWS Bengawan Solo, Pemprov, dan Pemkab.
Penanganan awal difokuskan pada pembersihan sedimentasi dan pembongkaran bagian yang roboh, ditargetkan selesai dalam dua minggu sebelum masuk ke tahap perbaikan permanen. Untuk perbaikan permanen, pemerintah berencana mengusulkan anggaran sekitar Rp20 miliar melalui Inpres Irigasi tahun berjalan, yang nantinya akan dihitung detail melalui DED.
Saat ini, sekitar 30 personel beserta alat berat dan material sudah diterjunkan untuk mengendalikan aliran air dan mencegah dampak lebih luas. Wakil Bupati Purnomo Hadi menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti arahan Kementerian PU menjelang musim kemarau. “Yang penting bendung ini bisa segera difungsikan kembali karena kunci untuk mengairi sawah dan menjaga ketahanan pangan,” tegasnya. [dar.kt]


