25 C
Sidoarjo
Sunday, July 14, 2024
spot_img

Wadahi Potensi Siswa, Gagas Radio-Potcas Skandasi FM dan Gerakkan Tata Busana

Suyitno, Kepala SMKN 2 Situbondo saat memaparkan sejumlah program inovasi baru di ruang kerjanya. [sawawi]
Lebih Dekat dengan Suyitno, Kepala SMKN 2 Situbondo

Kabupaten Situbondo, Bhirawa
Suyitno, baru dua bulan menjabat Kepala SMKN 2 Situbondo. Mantan Kepala SMKN 1 Sempol, Kabupaten Bondowoso itu memiliki sejumlah program dan inovasi baru, satu diantaranya memiliki radio-potcas Skansasi FM dan mewujudkan sekolah sebagai ikon tata busana modern.

Pagi itu, suasana sekolah cukup ramai. Banyak siswa mengikuti kegiatan ekstrakulikuler di halaman SMKN 2 Situbondo atau lebih dikenal dengan sebutan Skandasi. Sejumlah alat hasil rakitan siswa ditata di depan ruang kepala sekolah. Ada diantaranya sound sistem dengan desain yang bagus. “Ini salah satu hasil karya unggulan siswa kami,” tutur mantan guru SMKN 1 Tamanan, Kabupaten Bondowoso itu.

Sejenak setelah menunjukkan salah satu hasil karya siswa, pria asli Bondowoso itu mengajak Bhirawa masuk keruang kerjanya. Pria kalem nan tegas itu, mulai membuka pembicaraan, terutama sejumlah program unggulan baru yang akan ia wujudkan dalam waktu dekat ini.

“Sekolah kejuruan ini lebih banyak di kenal orang dengan sebutan SMKN Talkandang, bukan SMKN 2 Situbondo. Untuk itu saya ingin merubah sekolah kejuruan ini dengan nama brand tersendiri yang mudah dikenal masyarakat,” ujar Suyitno.

Masih kata Suyitno, saat ini dirinya fokus pada tiga program utama, program jangka pendek; jangka menengah dan jangka panjang. Selain itu, urai Suyitno, disaat pertama masuk sebagai pimpinan ia memprioritaskan pada penataan internal dan bidang SDM terlebih dahulu.

“Kami menata internal terlebih dahulu agar suasana kondusif. Caranya dengan mengajak semua guru dan tenaga kependidikan untuk menjaga kebersamaan. Itu dulu baru melanjutkan ke program lainnya,” terang pria yang memilih kos di Situbondo daripada wira wiri ke Bondowoso-Situbondo itu.

Kata Suyitno, program jangka pendek yang hendak ia realisasikan diantaranya, meningkatkan tenaga kesiswaan serta kedisiplinan siswa. Lalu membuat branding sekolah dalam kurun waktu 1-2 tahun kedepan. “Kami harus punya branding khusus. Untuk itu saat ini kami terus intens melakukan penataan, sehingga SMKN 2 Situbondo kedepan lebih di kenal,” kupas Suyitno.

Suyitno mengakui, selama menjadi tenaga pendidik hingga kepala sekolah, mengamati SMKN 2 Situbondo belum dikenal di tingkat lokal, regional bahkan nasional. Untuk itu, aku Suyitno, momen ini menjadi kesempatan terbaik untuk membuat branding khusus di SMKN 2 Situbondo agar lebih mudah diketahui khalayak publik.

“Sehingga SMKN 2 Situbondo dikenal luas. Karena selama ini publik lebih banyak mengenal SMKN 1 Panji, atau SMKN yang lain. Dan SMKN 2 Situbondo masih belum banyak yang mengenal dan ini harus memiliki branding sendiri. Ini masuk program jangka menengah,” terang Suyitno.

Suyitno melanjutkan, untuk program jangka panjang ia ingin membangunkan kembali prestasi-prestasi yang tertidur sehingga SMKN 2 Situbondo bisa terbang dan Situbondo memiliki wawasan baru di bidang sekolah kejuruan. “Itu harapan saya sehingga Kabupaten Situbondo memiliki tambahan prestasi prestasi yang lebih fenomenal lagi,” papar Suyitno.

Pria yang dikenal hobi berkopiah itu menambahkan, untuk program unggulan pihaknya akan mendirikan studio radio atau potcas Skandasi FM dalam satu-dua bulan sudah off air. Saat ini, ungkap Suyitno, pihaknya masih mematangkan tehnis, termasuk membranding di media sosial keberadaan Skandasi FM tersebut masih di prioritaskan.

Lalu, lanjut Suyitno, pihaknya akan membuat produk produk yang sesuai dengan lima jurusan yang ada di SMKN 2 Situbondo. “Tehnik audio video, keperawatan; tata busana, akuntansi dan Agribisnis Holtikultura dan Tanaman Pangan. Ini memiliki potensi,” kupas Suyitno.

Selama ini, tegas dia, SMKN 2 Situbondo belum jelas ikonnya. Nah, tandas Suyitno, kedepan branding-nya dibuat semakin jelas. Untuk sektor pertama kali yang akan digarap yakni bidang tata busana, karena lebih mudah untuk dimaksimalkan. Suyitno mencontohkan produk yang digarap pertama berupa sablon, batik dan produk busana.

Lalu selanjutnya, menggarap jurusan bisnis agribisnis holtikultura dengan mengajukan status SMK-PK (Pusat Keunggulan). “Saat ini, kami menghubungi DUDI seperti BCA dan Citra Asia Jember. Kedua DUDI (dunia usaha dunia industri) ini sudah menjadi mitra kami. Diharapkan SMKN 2 Situbondo kedepan semakin move on,” kupas Suyitno.

Masih kata Suyitno, untuk kelengkapan sarana prasarana di SMKN 2 Situbondo sudah siap dan terus ditingkatkan. Terbukti saat ini SMKN 2 Situbondo mendapatkan bantuan RPS (Ruang Praktek Siswa) dari Pemprov Jatim. Selain itu, jurusan AHTP (Agribisnis Holtikultura dan Tanaman Pangan) jufa mendapatkan bantuan alat mebeler yang mendukung.

“Ini bisa menjadi pendukung program kultur jaringan. Kebetulan hingga saat ini belum ada SMKN yang menggarap ini sehingga program ini menjadi harapan potensi yang besar bagi kemajuan SMKN 2 Situbondo,” ujar Suyitno.

Terakhir, untuk pendirian radio juga diprogramkan radio konvensional dan potcas sehingga dapat mendukung sistem KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) di SMKN 2 Situbondo. Apalagi, terangnya, SMKN 2 Situbondo saat ini memiliki jaringan tehnik elektro, sehingga secara keseluruhan sudah siap mendukung realisasi program tersebut.

“Sehingga pengembangan potensi akan tumbuh lebih baik. Dengan adanya radio dan potcas, siswa bisa memiliki komunikasi yang lancar. Kedepan pengembangan radio, potcas, seni menyanyi serta bidang sosial siswa semakin tumbuh lebih cepat,” pungkasnya. [iib]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Berita Terbaru