Sampang, Bhirawa
Wilayah Pantura tengah dilirik Pemkab Sampang untuk dikembangkan potensi ekonominya.
Wakil Bupati Sampang H. Ahmad Mahfudz dalam sambutannya membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Kecamatan Banyuates, menjelaskan tentang potensi ekonomi wilayah pesisir Pantura Sampang sebagai penggerak pembangunan daerah. Kamis (29/1).
H. Ahmad Mahfudz dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kecamatan Banyuates merupakan salah satu wilayah strategis di pesisir Pantura Madura yang memiliki potensi besar sebagai penggerak pembangunan daerah.
Menurutnya, potensi tersebut ditopang oleh sektor pertanian, seperti budidaya melon yang sangat menjanjikan, sektor perkebunan, pariwisata alam seperti Hutan Wisata Nepa, serta sektor perikanan pesisir yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat.
“Banyuates merupakan wilayah strategis di Pantura dengan berbagai potensi yang dapat dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sampang,” tuturnya pada acara yang dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Sampang Mutamar Suhri, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Banyuates, Forkopimcam Banyuates, Pj Kepala Desa, Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda se-Kecamatan Banyuates.
Di akhir sambutannya, Wakil Bupati Sampang mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus mempererat sinergi serta memohon dukungan dan doa dari seluruh elemen masyarakat demi kelancaran pembangunan daerah.
“Mohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar pembangunan di Kabupaten Sampang dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Camat Banyuates Moh. Imam dalam laporannya menyampaikan bahwa Kecamatan Banyuates memiliki sejumlah program prioritas, di antaranya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, serta berbagai program nasional lainnya yang telah difasilitasi pemerintah.
Ia juga memaparkan sejumlah kendala yang masih dihadapi di wilayah Kecamatan Banyuates, seperti kondisi jalan poros yang belum maksimal, keterbatasan fasilitas kesehatan, kurangnya infrastruktur penunjang pendidikan, pasokan listrik yang belum stabil, persoalan kebersihan lingkungan, serta minimnya sarana mitigasi bencana.
“Beberapa kendala tersebut masih menjadi perhatian bersama dan diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui perencanaan pembangunan ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Sampang Daerah Pemilihan III Mutamar Suhri menegaskan bahwa Musrenbang merupakan wadah strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat yang harus ditanggapi secara serius oleh seluruh pihak.
“Musrenbang ini harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Aspirasi yang disampaikan pemerintah desa dan kecamatan harus dapat diteruskan kepada instansi terkait sesuai dengan regulasi yang berlaku,” katanya. [lis.gat]

