Rachman Sidharta Arisandi
Wakil Wali Kota Mojokerto, Rachman Sidharta Arisandi, dikenal sebagai sosok pemimpin yang konsisten menempatkan nilai kebangsaan sebagai fondasi pembangunan.
Hal itu kembali ditegaskannya saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-69 Lembaga Veteran Republik Indonesia (LVRI) dan HUT ke-45 Pemuda Panca Marga (PPM) di Markas Cabang LVRI Kota Mojokerto, Jalan Hayam Wuruk No. 92, Selasa (13/1).
Pria yang akrab disapa Cak Sandi tersebut menaruh perhatian besar pada peran veteran sebagai penjaga ingatan sejarah bangsa sekaligus teladan bagi generasi penerus. Baginya, kemerdekaan Indonesia bukan sekadar hasil keberanian, melainkan buah dari pengorbanan, persatuan, dan ketulusan para pejuang.
“Penjajahan fisik memang telah berlalu, tetapi hari ini kita menghadapi tantangan yang lebih halus. Perang gagasan, kaburnya identitas sosial, hingga derasnya arus informasi dapat melemahkan persaudaraan kebangsaan jika tidak disikapi dengan bijak,” ujar Cak Sandi dalam sambutannya.
Di tengah tantangan zaman tersebut, Cak Sandi memandang LVRI memiliki posisi strategis sebagai guru bangsa. Melalui keteladanan dan dialog kebangsaan, para veteran dinilai mampu menanamkan pemahaman utuh tentang arti kemerdekaan kepada generasi muda.
Tak hanya itu, ia juga menaruh harapan besar pada Pemuda Panca Marga sebagai representasi energi muda yang lahir dari semangat juang para veteran. Menurutnya, PPM memiliki peran penting dalam meneruskan nilai-nilai Pancasila, menjaga keutuhan NKRI, serta menjadi penggerak solidaritas sosial di tengah masyarakat.
“PPM dibutuhkan sebagai kekuatan moral dan sosial. Mereka harus mampu membina generasi muda agar matang secara sosial, berperikemanusiaan, dan memiliki kepedulian kebangsaan,” tuturnya.
Sebagai Wakil Wali Kota, Cak Sandi menegaskan komitmen Pemerintah Kota Mojokerto untuk terus bersinergi dengan LVRI dan PPM. Ia menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pembentukan manusia yang berakhlak, berjiwa gotong royong, dan cinta tanah air.
“Inilah arah pembangunan Kota Mojokerto, yakni mewujudkan masyarakat yang sejahtera, maju, dan berdaya saing tanpa meninggalkan nilai-nilai Pancasila,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Cak Sandi mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan dan nilai kebangsaan. Ia juga menyampaikan salam persaudaraan kepada para veteran dan generasi muda yang hadir.
Peringatan HUT LVRI ke-69 dan HUT PPM ke-45 tersebut digelar secara sederhana melalui rangkaian istigasah dan doa bersama. Doa dipanjatkan sebagai wujud kepedulian dan solidaritas nasional atas berbagai bencana yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Aceh dan Sumatra. [oky.gat]

