Kota Kediri, Bhirawa
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim melalui Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Laras (UPT RSBL) Kediri, Dinas Sosial (Dinsos) Jatim, terus menjalankan kegiatan produktif bagi penerima manfaat (PM).
Beberapa kegiatan yang dilakukan diantaranya pemeliharaan tanaman melon di lahan garapan UPT RSBL Kediri, mengajarkan batik tulis, pelatihan pembuatan sapu lidi, dan lainnya.
Kegiatan pemeliharaan tanaman melon bertujuan memberikan pengalaman bertani serta meningkatkan keterampilan bercocok tanam bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang menjadi Penerima Manfaat (PM).
Kegiatan proses pemeliharaan ini berlangsung di lahan yang telah disiapkan di lingkungan UPT RSBL Kediri dengan bimbingan langsung dari petugas serta instruktur pertanian berkompeten.
Kepala UPT RSBL Kediri, Mohamad Zusron Ansori SSos menyatakan, PM diajarkan berbagai teknik bercocok tanam agar mereka memiliki bekal keterampilan yang bisa diterapkan setelah kembali ke rumah masing-masing.
”Kami ingin membekali PM dengan keterampilan pertanian sehingga mereka dapat memahami proses bercocok tanam dan menggunakannya sebagai keterampilan hidup. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan produktivitas mereka,” ujarnya.
Selain memberikan manfaat langsung berupa hasil panen, kegiatan ini juga diharapkan dapat membantu PM untuk berpikir lebih positif. Dalam prosesnya, PM tidak hanya belajar bercocok tanam, tetapi juga diberikan tanggung jawab dan peran dalam perawatan tanaman, sehingga menumbuhkan rasa memiliki serta disiplin dalam menjalankan tugas mereka.
PM juga mendapatkan pelatihan membatik tulis secara menyeluruh, mulai dari pembuatan sketsa hingga proses pewarnaan.Batik tulis menjadi salah satu keterampilan yang diajarkan kepada PM sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus meningkatkan keterampilan mereka.
Dalam pelatihan ini, para peserta belajar menggunakan canting untuk membentuk pola pada kain, setelah sebelumnya menggambar sketsa dengan pensil. Berbagai motif dihasilkan PM, mulai dari bunga, hewan, hingga perpaduan keduanya. Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan, tetapi juga meningkatkan kesabaran dan konsentrasi mereka.
Zusron juga menuturkan, kegiatan ini merupakan bagian dari program rehabilitasi sosial. Dengan tujuan membekali PM dengan keterampilan yang bermanfaat setelah mereka kembali ke masyarakat.
”Mewarnai batik tulis menjadi salah satu kegiatan yang sangat diminati karena memiliki nilai seni tinggi. Selain memberikan kesenangan bagi PM, hasil produksi batik juga dapat dipasarkan sehingga menjadi sumber penghasilan bagi mereka,” ujar Zusron.
Begitu juga pelatihan sapu lidi untuk membekali PM dengan keterampilan praktis yang dapat berguna di masyarakat.Dalam pelatihan ini, peserta dibimbing langsung oleh petugas untuk memahami proses pembuatan sapu lidi.
Mulai dari pemilihan bahan berkualitas, teknik penyusunan, hingga tahap penyelesaian produk. Para pendamping juga memastikan bahwa setiap sapu lidi yang dihasilkan memenuhi standar kualitas.
Mohamad Zusron Ansor menegaskan, program keterampilan ini dirancang untuk meningkatkan kemandirian PM sekaligus melatih fokus dan ketekunan mereka. [rac,van.fen]