28 C
Sidoarjo
Thursday, February 5, 2026
spot_img

UPN Veteran Jatim Bantu Angkat Cita Rasa Traditional Manjehe Coffee Lewat Branding Digital


Banyuwangi, Bhirawa
Tim dosen dan mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) berhasil membantu pelaku usaha kopi tradisional Banyuwangi, Manjehe Coffee, untuk naik kelas melalui strategi digital branding.

Inovasi ini dilakukan dalam program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Digital Branding sebagai Upaya Melestarikan Cita Rasa dan Budaya Tradisional Coffee Manjehe” yang tergabung dalam skema UPN Mengabdi 2025.

Program ini merupakan bentuk sinergi antara akademisi dan pelaku UMKM lokal. Tim pengabdian yang diketuai oleh Eka Prakarsa Mandyartha, S.T., M.Kom., bersama anggota Eva Yulia Puspaningrum, S.Kom., M.Kom. dan Iswanda Fauzan Satibi, S.Hum., M.Com., serta dua mahasiswa Informatika UPNVJT, menggandeng Hendri, pemilik Manjehe Coffee di Kampung Anyar, Kecamatan Glagah, Banyuwangi.

Kegiatan diawali dengan observasi langsung terhadap proses pembuatan kopi, khususnya tahap sangrai manual yang menjadi ciri khas Manjehe Coffee.

Proses tradisional ini menggunakan wajan tanah liat dan kayu pilihan, menghasilkan aroma dan cita rasa khas yang menjadi kebanggaan daerah. Selain mendokumentasikan proses tersebut, tim juga menggali narasi identitas merek dan filosofi di balik setiap cangkir kopi Manjehe.

Hasil kolaborasi tersebut diwujudkan dalam bentuk website resmi yang dapat diakses melalui https://traditional-coffee.com. Website ini memuat kisah perjalanan kopi Manjehe dalam halaman “The Story Behind Manjehe Coffee”, etalase produk dengan fitur pemesanan langsung via WhatsApp, serta video dokumenter bertajuk “Our Coffee Journey – Di Balik Setiap Cangkir.”

Berita Terkait :  Kolaborasi Dinkes IDI dan IIDI Menuju Gresik Bebas Tuberkulosis

“Melalui website ini, kami tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga memperkuat identitas budaya lokal. Filosofi kami adalah menjaga cita rasa dan tradisi, sambil menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman,” ujar Eka Prakarsa Mandyartha, ketua tim pengabdian.

Tampilan website dirancang dengan nuansa kayu dan warna hangat, menghadirkan kesan klasik dan bersahaja, sesuai karakter kopi yang diproduksi secara turun-temurun.

Lebih lanjut, sistem website dilengkapi halaman admin agar pemilik usaha dapat memperbarui konten, menambah foto produk, dan mengelola narasi secara mandiri tanpa bantuan teknis dari pengembang.

Dalam wawancara dengan tim redaksi, Hendri, pemilik Manjehe Coffee, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan dari UPN Veteran Jatim.

“Dulu kami hanya menjual lewat WhatsApp dan dari mulut ke mulut. Sekarang, pelanggan bisa tahu cerita dan produk kami lewat website. Rasanya bangga sekali, karena kopi yang disangrai dengan cara lama kini bisa dikenal banyak orang tanpa kehilangan jiwanya,” tutur Hendri sambil tersenyum.

Program ini diharapkan dapat menjadi model pengabdian yang tidak hanya meningkatkan daya saing UMKM, tetapi juga menjaga keberlanjutan budaya lokal.

“Setiap cangkir Manjehe bukan sekadar kopi, tetapi kisah tentang persahabatan, ketekunan, dan kearifan lokal Banyuwangi,” tambah Eka Prakarsa Mandyartha.

Dengan langkah ini, UPN Veteran Jatim menegaskan komitmennya untuk menghadirkan inovasi yang berakar pada budaya, menjadikan teknologi sebagai jembatan antara tradisi dan transformasi digital. [gat]

Berita Terkait :  SMPN 1 Sampang Sukses Gelar Galaksi Sains Spensa 2

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru