24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Unusa Gelar PKKMB Daring, Bentuk Mahasiswa Visioner dan Berintegritas


Surabaya, Bhirawa
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mengadakan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) dilakukan secara online.

Mengingat banyak peristiwa aksi demonstrasi beberapa hari khususnya di Surabaya sedang tidak kondusif sehingga Keputusan tersebut diambil untuk kenyamanan dan keamanan Bersama. PKKMB kali ini bertajuk Empowering With VISION: Values Driven Inovation for A Sustainable Future dimana bertujuan untuk membentuk generasi muda yang visioner, memiliki integritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi keberlanjutan bangsa dan dunia, Senin (1/9).

Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng. menjelaskan mahasiswa baru akan ditempa menjadi manusia terbaik yang sebesar-besarnya dapat memberikan manfaat bagi sesama manusia, terkait pengetahuan, keterampilan, dan attitude atau tata krama.

“Tiga kompetensi itu sangat dibutuhkan ketika terjun di dunia kerja serta berada sosial masyarakat, tuntutannya semakin kompleks, dibekali berbagai materi, harapannya para mahasiswa baru dapat terstimulus juga menyulut motivasi mahasiswa baru dalam mencintai kebaikan, dan harus aktif dalam kemahasiswaan namun juga jangan lalai dalam akademik,” ujarnya.

Prof Jazidie mengatakan kita harus milki kemampuan komunikasi dan diplomasi yang baik, serta kebiasaan untuk menghargai orang lain. “Kampus Unusa menjunjung tinggi pemimpin yang anti korupsi, kolusi, nepotisme, hingga pamer kemewahan di tengah penderitaan rakyat,” ucap Prof Jazidie.

Rektor menyebutkan terdapat 4.600 mahasiswa baru Unusa, termasuk mahasiswa program pendidikan guru (PPG) dan sekitar 1.450 mahasiswa yang mengikuti kegiatan PKKMB. “Di usia yang ke-10 tahun, Unusa jadi salah satu dari 100 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia yang terakreditasi Unggul, dari ribuan perguruan tinggi yang ada, Pada 2024 Unusa juga berhasil mencapai peringkat 35 perguruan tinggi nasional versi Webometric dan penelitiaan, pengabdian masyarakatnya berada klaster mandiri, yang mana merupakan klaster tertinggi penelitian,” tuturnya.

Berita Terkait :  Pelita App, Ruang Baru Pencegahan Bullying dan Kekerasan Anak

Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Indonesia (PSIK-Indonesia), Prof. Yudi Latif, MA., Ph.D. mengukapkan tentang Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara, bagi mahasiswa baru yang kini memulai perjalanan akademiknya perlu memahami peran strategis mereka sebagai calon pemimpin bangsa.

“Mahasiswa penting dalam jejak sejarah Indonesia, usia mahasiswa saat ini cukup matang untuk berpikir, belajar tidak hanya untuk menjadi ilmuwan, tapi untuk membangun bangsanya, masalahnya generasi sekarang kurang tertantang dalam proses aktualisasi diri,” tuturnya.

Prof. Yudi menyampaikan bahwa mahasiswa perlu milki nalar dan nurani yang cerdas, Kritis harus tetap dikukuhkan, karena bentuk tanggung jawab moral sebagai intelektual, tapi kita harus membedakan sikap kritis dengan barbaris.

“Kritis berarti membangun, sementara barbaris justru merusak, bangsa membutuhkan generasi yang kritis secara sehat, penuh gagasan maupun inovasi, dan mampu berkontribusi nyata,” ucapnya.

Beliau menambahkan pendidikan menjadi jalan utama untuk membangun bangsa, tidak hanya pendidikan dalam pengetahuan, tetapi juga keterampilan, hingga pembentukan karakter, generasi muda harus memiliki soft skill yang kuat untuk menambah nilai dalam dirinya. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru