25 C
Sidoarjo
Thursday, February 5, 2026
spot_img

Tunggu Bangunan Gedung Baru, SRMA 37 Sidayu Gresik jadi SR Terintegrasi


Gresik, Bhirawa
Perubahan status dari Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik, yang berlokasi di Kecamatan Sidayu menjadi SRT. Menambah peluang untuk siswa lainnya, sebab akan terintegrasi mulai dari SD, SMP, hingga SMA. Karena

Pemerintah pusat bersama Pemerintah Kabupaten Gresik, terus mematangkan persiapan pengembangan.

Menurut Kepala Sekolah SRMA 37 Gresik Rangga Pratama Wahyudiarta mengatakan, bahwa target penerapan SRT direncanakan mulai tahun ini dengan catatan pembangunan gedung baru telah rampung. Apabila bangunan telah selesai, maka proses rekrutmen peserta didik untuk masing-masing jenjang akan segera dilakukan sesuai kategori yang ditetapkan.

Perubahan status tersebut merupakan bagian dari rencana pengembangan sekolah rakyat, agar layanan pendidikan bagi anak-anak rentan semakin komprehensif.

“Statusnya menjadi sekolah terintegrasi, SRMA 37 akan berubah menjadi Sekolah Rakyat Terintegrasi. Kalau sekarang masih Sekolah Rakyat Menengah Atas, karena hanya ada SMA, ke depan rencananya akan ada jenjang SD, SMP, dan SMA,”ujarnya.

Untuk proses pembangunan adalah PT Wika, menjadi kontraktor ditargetkan selesai pada Juli 2026. Selama masa proses kegiatan belajar mengajar SRMA 37 Gresik, masih dilaksanakan di SMP Negeri 3 Sidayu. Terkait perkembangan peserta didik, sekolah rakyat memiliki pendekatan yang berbeda dengan sekolah umum.

Dengan fokus utama tidak langsung pada pencapaian akademik tinggi, melainkan pada pemulihan kesehatan, kedisiplinan, dan pembentukan karakter anak-anak yang berasal dari kelompok rentan.

Berita Terkait :  Kuatkan Proteksi Keamanan Siber

“Kami tidak menargetkan capaian akademik tinggi terlebih dahulu, kebiasaan hidup sehat, disiplin, dan karakter. Karena berat badan siswa yang sebelumnya rendah, kini rata-rata naik sekitar 5 hingga 6 kilogram. Kedisiplinan juga meningkat yang sebelumnya tidak terbiasa bangun pagi, sekarang sudah terbiasa. Ini progres yang sangat kami syukuri,”ungkapnya.

Ditambahakn Rangga Pratama Wahyudiarta, bahwa pada awal masuk asrama banyak siswa yang sering sakit dan harus bolak-balik ke puskesmas. Penerapan pola hidup teratur di asrama, kondisi kesehatan siswa menunjukkan peningkatan signifikan. Jumlah

75 siswa, terdiri dari 31 siswa laki-laki dan 44 siswa perempuan. Untuk tenaga pendidik, saat ini terdapat 18 guru dan kepala sekolah, serta 10 wali asuh. [kim.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru