Surabaya, Bhirawa
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) perkuat pengembangan pendidikan dan inovasi di bidang kesehatan melalui kerja sama strategis dengan Trustmedis.
Kerja sama tersebut bertujuan membangun kemitraan yang saling mengutungkan, dengan mengembangkan berbagai program kolaboratif. Salah satu utama pemanfaatan platform SIMRS Trustmedis yang akan digunakan sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa, terutama dalam memahami Rekam Medis Elektronik (RME) dan sistem informasi kesehatan secara praktis dan aplikatif, Selasa (31/3).
Rektor Unusa, Prof Tri Yogi Yuwono, mengukapkan kerja sama ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas akademik dan kesiapan lulusan. “Kerja sama diharapkan memberikan dampak nyata dalam penguatan pembelajaran berbasis teknologi, peningkatan kualitas riset, serta pengembangan kompetensi mahasiswa yang relevan dengan kebutuhan industri kesehatan,” jelasnya.
Lanjut Prof Tri Yogi menyampaikan bahwa Unusa memanfaatkan akses sistem yang diberikan untuk kepentingan akademik dengan tetap menjunjung tinggi etika, regulasi, serta keamanan dan kerahasiaan data dan Trustmedis menyediakan dukungan sistem, pelatihan, serta pendampingan guna memastikan optimalisasi penggunaan platform.
“Perannya sebagai institusi pendidikan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta berkomitmen mencetak sumber daya manusia unggul di bidang kesehatan berbasis digital, Unusa dengan Trustmedis merupakan implementasi strategis dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, Sustainable Development Goals (SDGs), serta indikator penilaian Times Higher Education,” katanya.
Prof Tri Yogi menambahkan kolaborasi mencerminkan praktik baik dalam penguatan impact perguruan tinggi melalui integrasi pendidikan, riset, dan kemitraan dengan industri, program ini juga menunjukkan real-world application, capacity building, dan sustainable partnership yang menjadi indikator penting dalam penilaian global.
Sementara itu, CEO Achmad Zulkarnain Aljufri menjelaskan pihaknya berkomitmen mendukung pengembangan dunia pendidikan melalui teknologi. “Platform kami berikan secara gratis supaya dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung pembelajaran, riset, serta peningkatan kompetensi mahasiswa dan dosen,” tuturnya.
Zulkarnain mengatakan kerja sama mencakup penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi penggunaan sistem, kolaborasi riset dan pengembangan, program magang mahasiswa, serta berbagai kegiatan bersama seperti seminar, workshop, dan kuliah tamu yang berfokus pada transformasi digital di sektor layanan kesehatan. [ren.wwn]


