Situbondo, Bhirawa
Tim Gabungan atau Timgab melakukan respons cepat dalam menangani material longsor dan banjir yang sempat menghentikan arus kendaraan jalur utama Pantura tepatnya di Jalan Raya Kembang sambi Bungatan, Situbondo, Rabu malam (4/2). Berkat koordinasi antar instansi, jalur nasional tersebut berhasil lancar kembali dalam waktu singkat.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.39 WIB ini sempat menutup jalan di KM 185.050, sehingga arus lalu lintas dari arah Surabaya maupun Banyuwangi terhenti. Namun, sesaat setelah kejadian, petugas gabungan dari Satlantas Polres Situbondo, Polsek Bungatan, Koramil Bungatan, BPBD Kabupaten Situbondo, dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) serta masyarakat langsung terjun ke lokasi dengan peralatan lengkap dan alat berat.
Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie melalui Kasat Lantas AKP Nanang Hendra Irawan menegaskan bahwa kunci keberhasilan penangangan banjir dan longsor di jalan raya ini adalah sinergitas petugas lintas sektor di lapangan.
“Begitu menerima laporan, petugas gabungan Polri, TNI, BPBD, dan Dinas PU serta masyarakat langsung bergerak satu komando. Sinergitas ini sangat krusial, terutama dalam pengerahan alat berat dari Dinas PU dan teknis evakuasi material oleh tim BPBD, sementara personel kepolisian memastikan pengamanan jalur serta keselamatan pengendara,” ujar AKP Nanang.
Di bawah guyuran hujan, tim gabungan berjibaku membersihkan material batu dan lumpur yang menutup jalan. Berkat kerja keras tersebut, pembersihan yang semula diperkirakan memakan waktu lama, berhasil diselesaikan lebih awal. Jalur Pantura dinyatakan kembali lancar pada pukul 00.00 WIB, Kamis (5/2).
Kegiatan ini sekaligus merupakan bagian dari Satgas Preventif Operasi Keselamatan Semeru 2026 dalam mengantisipasi kerawanan bencana di jalur mudik menjelang Operasi Ketupat mendatang.
“Kami mengapresiasi kecepatan kerja tim BPBD dan Dinas PUPP serta kesiagaan anggota di lapangan. Saat ini arus sudah normal kembali, namun kami tetap menyiagakan personel di titik-titik rawan untuk mengantisipasi adanya longsor susulan mengingat cuaca masih ekstrem,” pungkasnya.[awi.ca]

