Pemprov Jatim, Bhirawa
Mutu air Kali Surabaya ditargetkan naik ke kelas II oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Target ini tak main-main, karena air sungai harus layak untuk rekreasi air, budidaya ikan air tawar, irigasi tanaman, hingga peternakan. Tanggung jawab besar ini kini berada di pundak Tim Patroli Air Terpadu Jawa Timur, yang terus bekerja menyusuri dan menindak pelanggaran lingkungan sepanjang sungai ini.
Koordinator Tim Patroli sekaligus Direktur Konsorsium Lingkungan Hidup Jatim, Imam Rochani menyatakan, peningkatan mutu air tak bisa dicapai tanpa kolaborasi kuat antarinstansi. Pertemuan evaluasi dan monitoring rutin pun disiapkan, lengkap dengan lembar pantauan bagi masing-masing anggota tim sesuai tugas pokok dan fungsinya.
”Kami juga akan mengundang seluruh operator perahu tambangan di sepanjang 42 km sungai. Tujuannya untuk memfasilitasi perizinan secara kolektif agar operasional mereka lebih tertib dan legal,” kata Imam.
Saat melangsungkan kegiatan patroli yang terbagi tim darat dan tim sungai. Salah satu temuan mencolok dalam patroli adalah penumpukan sampah ilegal di bantaran sungai yang dijadikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) oleh warga. Masalah ini pertama kali ditemukan pada April dan kini telah ditangani. Lokasi ini kini dibersihkan berkat kerja sama Dinas Lingkungan Hidup Gresik, pemerintah desa, dan Perum Jasa Tirta.
Menurut Didik Harimuko, Koordinator NGO Garda Lingkungan, lahan bekas TPA kini akan dialihfungsikan menjadi fasilitas umum. Bahkan, Kepala Desa Cangkir sudah menyiapkan lahan untuk membangun Tempat Pengelolaan Sampah (TPS). Sebagian struktur bangunan seperti atap untuk tungku pembakaran telah berdiri.
”Sayangnya, keterbatasan anggaran masih menjadi kendala utama. Kami berharap ada bantuan dari pemerintah kabupaten, provinsi, maupun sektor swasta melalui program CSR agar TPS ini bisa selesai tepat waktu,” ujarnya.
Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur menekankan pentingnya sinergi dalam mencapai target mutu air sungai. Tim Patroli Air selama ini memang rutin mengambil sampel dari saluran buang pabrik, namun ke depan pendekatan harus diperluas agar pengawasan lebih komprehensif. [rac.fen]

