30 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Tim Ahli Bupati-TACB Jombang Bahas Sejarah Kelahiran Bung Karno di Ploso


Jombang, Bhirawa
Tim Ahli Bupati Jombang, Irfan Kharisma dan Medan Amrullah bertemu Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang, Camat Ploso, Situs Persada Soekarno Kediri, dan tokoh masyarakat Jombang serta Ploso untuk membahas seputar sejarah kelahiran Bung Karno di Sekretariat Titik Nol Soekarno di Gang Buntu Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Selasa (6/1).

Pertemuan ini juga dihadiri oleh Kepala Desa Rejoagung dan Kepala Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang. Pertemuan belangsung ‘gayeng’. TACB Jombang memaparkan perjalanan dan dinamika untuk memperjuangkan legitimasi penetapan Situs Kelahiran Bung Karno di Ploso Jombang, hingga bertemu dengan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon beberapa waktu yang lalu dan beberapa hal lainnya.

Sementara itu, Tim Ahli Bupati Jombang juga menyampaikan skema-skema yang mungkin dapat dilakukan oleh masyarakat Ploso maupun pemerintah sambil menunggu penetapan situs kelahiran Bung Karno sebagai cagar budaya.

Tim Ahli Bupati Jombang, Medan Amrullah mengatakan, pertemuan ini merupakan pertemuan yang berkelanjutan dan semangat masyarakat Ploso agar Situs Kelahiran Bung Karno di Ploso ditetapkan sebagai cagar budaya makin menguat.

“Dan perjuangan teman-teman TACB yang kemarin sudah bersilaturahmi dengan atau berkunjung ke kementerian, itu juga sudah luar biasa,” kata Medan Amrullah.

“Mudah-mudahan masyarakat Ploso, masyarakat Jombang, semua sepakat mendukung bahwa Ploso ini merupakan titik nol dan sekaligus kelahiran Bung Karno. Dan ini kita sama-sama perjuangkan,” ungkap Medan Amrullah.

Berita Terkait :  Wali Kota Mojokerto Bersama Pimpinan DPRD Hadir di Gedung KPK Terkait IPK-MCSP

Sementara itu, Ketua TACB Jombang, Nasrul ilah atau Cak Nas menyampaikan, pertemuan ini seakan-akan menjadi ‘entry point’ untuk masuk ke ranah pengembangan yang lebih cepat untuk ekeksistensi Situs Kelahiran Bung Karno di Ploso, Jombang.

“Harapan kita lebih optimis, karena memang apa yang sudah kita yakini adalah sebenarnya, semua pihak baik pemerintah sebenarnya sudah yakin. Kalau ada halangan, sebenarnya itu masalah psikologis,” kata Cak Nas.

“Jadi kita tidak ada halangan yang berarti sebenarnya. Tinggal kita semakin kompak, semakin menunjukkan kreativitas untuk ‘membranding’ ini semua. ‘Branding’ secara fisik maupun yang lainnya,” ulas Cak Nas.

Menurut Cak Nas yang juga adik budayawan Emha Ainun Nadjib itu, adalah hal yang menarik yang disampaikan oleh Tim Ahli Bupati Jombang, Irfan Kharisma, bahwa Bung Karno menjadi salah satu pertanda identitas Ijo – Abang yang sudah jelas.

“Kalau tokoh Jombang presiden kita ada yang dari Ijo, Gus Dur. Ini ada presiden kita yang pertama justru adalah merah, itu diwakili oleh Bung Karno,” ungkap Cak Nas. “Ijo – Abangnya Jombang, itu bisa lebih kental lagi, ketika ada pertanyaan bahwasanya Ijo – Abang Jombang, simbolnya adalah Gus Dur dan Bung Karno sebagai tokoh utama bangsa Indonesia, yang dicintainya banyak orang di Indonesia, itu keduanya lahir di Jombang,” papar Cak Nas.

Berita Terkait :  Olahraga Jadi Tumpangan Politik, Tiga Partai Besar Rebut Kursi Ketum KONI Kabupaten Malang.

Untuk diketahui, berdasarkan data, baik data tertulis maupun cerita tutur dari berbagai pihak yang dikumpulkan TACB Jombang maupun para penelusur sejarah di Jombang, disimpulkan bahwa Bung Karno lahir di Ploso, Jombang pada tanggal 6 Juni 1902.

Tak hanya itu, TACB Jombang pada tahun 2024 yang lalu juga telah mengeluarkan rekomendasi agar Situs Kelahiran Bung Karno di Ploso Jombang ditetapkan sebagai cagar budaya. [rif.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru