28.4 C
Sidoarjo
Monday, October 19, 2026
spot_img

Terus Bertambah, Wilayah Kekeringan di Tulungagung Menjadi 16 Desa

Tulungagung, Bhirawa. – Kemarau panjang di Tulungagung membuat sejumlah desa mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih. Bahkan, jumlah desa yang mengalami kekeringan tersebut bertambah, dari 14 desa kini menjadi 16 desa.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung, M Fairuza Alhida, Senin (19/10) mengungkapkan, kini jumlah desa yang mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih bertambah dua desa. ”Dari yang sebelumnya 14 desa, dengan bertambah dua desa menjadi 16 desa. Tambahan dua desa itu, yakni Desa Dono di Kecamatan Sendang dan Desa Kradinan di Kecamatan Pagerwojo,” ujarnya.

Menurut Fairuz, warga di Desa Dono yang mengalami kesulitan air mencapai 550 kepala keluarga atau 1.510 jiwa. Sementara di Desa Kradinan yang terjadi di Dusun Ngembal dan Dusun Ngejo belum terdata. ”Yang jelas kami sudah melakukan bantuan air bersih ke sana,” tambahnya.

Saat ini, lanjut dia, jumlah penduduk Tulungagung yang terdampak kekeringan dan kesulitan air bersih mencapai 2.858 jiwa atau 7.765 jiwa.

Mereka merupakan warga 16 desa di delapan kecamatan yang selama ini menjadi langganan kekeringan saat kemarau. Kedelapan kecamatan itu, yakni Kalidawir, Besuki, Pucanglaban, Tanggunggunung, Campurdarat, Bandung, Sendang dan Pagerwojo.

Fairuz juga mengungkapkan, BPBD Kabupaten Tulungagung sudah menyalurkan bantuan 605 ribu liter air bersih ke wilayah yang kesullitan air bersih tersebut. 605 ribu liter itu sebanyak 125 tangki.

Berita Terkait :  DNY Skin Care Bagikan Bingkisan Lebaran ke Dhuafa, Anak Yatim dan Disabilitas

Diberitakan sebelumnya, tepatnya sepekan lalu, kekeringan di Tulungagung sudah berdampak pada sekitar 1.907 kepala keluarga atau 5.144 jiwa. Mereka merupakan warga 14 desa di delapan kecamatan.

”BPBD Tulungagung sendiri sudah menyalurkan sebanyak 105 tangki. Atau sebanyak 505 ribu liter air bersih,” beber Kalaksa BPBD Kabupaten Tulungagung, Achmad Mugiyono.

Mamad sapaan akrab Achmad Mugiyono menandaskan BPBD Kabupaten Tulungagung selalu siap dalam pengiriman air bersih di wilayah terdampak kekeringan. ”Sehari kami bisa empat kali pengiriman,” katanya.

Sejauh ini, menurut dia, ada dua kecamatan yang terdampak paling parah selama musim kemarau panjang ini. Yakni Kecamatan Kaidawir dan Kecamatan Besuki.

”Sedang untuk musim hujan diprediksi baru terjadi di Tulungagung pada bulan Desember mendatang,” tandasnya. [wed.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!