26 C
Sidoarjo
Thursday, February 12, 2026
spot_img

Tekan Impor LPG, Kilang Mini LNG Pertama di Pulau Jawa Mulai Beroperasi


Pasuruan, Bhirawa
Pemerintah meresmikan pengoperasian kilang mini liquefied natural gas (LNG) pertama di Pulau Jawa yang berlokasi di Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan.

Fasilitas itu dinilai menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor liquefied petroleum gas (LPG).

Kilang mini tersebut mengolah gas bumi dari Lapangan BD Wilayah Kerja Madura Strait yang dipasok oleh Husky-CNOOC Madura Limited (HCML).

Gas yang sebelumnya disalurkan melalui jaringan pipa kini juga diproses menjadi LNG agar dapat didistribusikan lebih fleksibel ke berbagai wilayah, termasuk daerah yang belum terjangkau infrastruktur pipa.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot, menyampaikan fasilitas itu adalah bentuk integrasi sektor hulu dan hilir dalam rangka optimalisasi pemanfaatan gas domestik.

“Nantinya gas yang dihasilkan dari Lapangan BD Wilayah Kerja Madura Strait dialirkan dan dilakukan pengolahan di kilang mini. Hal ini untuk dimanfaatkan bagi berbagai kegiatan,” tandas Yuliot, Rabu (11/2) petang kemarin.

Menurut Yuliot, skema LNG skala kecil memungkinkan distribusi energi yang lebih efisien untuk sektor industri kecil, perhotelan, jasa, hingga rumah tangga.

Pemerintah berharap model itu dapat menjadi solusi untuk menekan konsumsi LPG impor yang selama ini membebani anggaran negara melalui subsidi energi.

“Kami berharap kilang mini ini bisa mensubstitusi konsumsi LPG dan pada akhirnya menciptakan efisiensi anggaran negara,” papar Yuliot.

Berita Terkait :  Terbanyak Se-Jatim, KPU Kota Probolinggo Tetapkan 4 Paslon Pilkada 2024

Berdasarkan data dari Kementerian ESDM menunjukkan kebutuhan LPG nasional masih didominasi impor.

“Peningkatan pemanfaatan gas bumi domestik dinilai krusial untuk memperbaiki neraca energi sekaligus menjaga stabilitas fiskal,” urai Yuliot.

Sementara itu, Direktur Liquid Gas Nusantara, Wira Rahardja, mengungkapkan proyek tersebut memanfaatkan teknologi pengolahan LNG yang dikembangkan dengan dukungan teknologi dari Argentina.

Pihaknya menyatakan fasilitas itu sebagai yang pertama di Asia untuk skala dan teknologi sejenis.

“Dan Liquid Gas Nusantara membantu menyediakan energi yang lebih bersih sesuai kebijakan Presiden untuk mengurangi emisi karbon,” jelas Wira Rahardja.

Pemerintah menilai pengembangan kilang mini LNG berpotensi direplikasi di berbagai wilayah Indonesia, terutama di kawasan kepulauan yang belum terjangkau jaringan gas pipa.

“Harapan kita adalah proyek ini mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat kemandirian energi nasional,” kata Wira Rahardja. [hil.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru