Sidoarjo, Bhirawa
Takmir masjid Baitul Atiq yang ada di kantor Badan pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo, Kamis (5/2) kemarin, menggelar siraman rohani kepada para jamaah, usai sholat di Masjid Baitul Atiq BPPD Kabupaten Sidoarjo.
Salah satu anggota Takmir Masjid BPPD Kabupaten Sidoarjo, Saiful, mengatakan siraman rohani ini sebagai persiapan dalam menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan 2026, sebentar lagi.
Takmir masjid BPPD Kabupaten Sidoarjo, dalam acara siraman rohani tersebut menghadirkan Ketua Baznas Sidoarjo, M. Chasbil Aziz Salju Sodar, yang akrab disapa Gus Jazuk atau Gus Jajuk.
Gus Jazuk dalam ceramahnya mengingatkan kepada para jamaah sholat yang diikuti pegawai dari BPPD dan BPKAD atau Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sidoarjo, kalau datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 H kurang dua Minggu lagi.
Para pegawai yang muslim tersebut diingatkan agar segera mempersiapkan diri, baik jasmani dan rohani, agar ketika menjalankan puasa ramadlan, yang merupakan ibadah wajib bagi umat Islam tersebut bisa berjalan lancar.
“Bulan Ramadhan itu bulan mulia, segala kebaikan yang kita lakukan pahalanya akan dilipatgandakan, maka kita harus bisa melakukannya, sayang kalau dilewatkan,” pesannya.
Dirinya berpesan beberapa hal yang bisa membatalkan puasa di bulan Ramadan, diantaranya, jangan memasukkan apa saja kedalam tubuh. Misalnya memasukkan Kantenbat atau pembersih telinga terlalu dalam masuk ke telinga.
Demikian juga, jangan memasukkan jari tangan terlalu dalam kedalam hidung, saat BAB jangan sampai kemasukkan air, melakukan injeksi atau suntik, kemudian mengoles-oleskan freshcare diatas permukaan kulit, sebab cairannya akan masuk kedalam tubuh.
“Kemudian merokok, ada yang memperbolehkan dan ada yang tidak. Kita ikut yang tidak aneh-aneh saja,” katanya.
Selanjutnya berhubungan intim pada siang hari, dengan sengaja minum dan makan sebelum Maghrib dan murtad .
“Karena ini puasa wajib, maka niat puasa harus sebelum Subuh atau pada sepertiga malam, kalau lewat setelah Subuh puasa kita batal,” katanya.
Dirinya berpesan karena para pegawai BPPD dan BPKAD Sidoarjo menjalankan puasa Ramadlan dalam keadaan bekerja, maka mereka harus bisa menjaga kondisi fisik dan non fisik. Agar tetap mampu menjalankan puasanya hingga pada waktu Maghrib tiba.
Tetapi yang perlu diingat, puasa Ramadhan ini, tidak sekedar menjaga diri dari makan dan minum saja, tetapi juga bisa menjaga diri dari ucapan dan perbuatan yang tercela,” ujarnya menutup ceramahnya.[kus.ca]

