27 C
Sidoarjo
Tuesday, February 10, 2026
spot_img

Tak Deteksi Super Flu, Dinkes Kota Batu Ajak Warga Tetap Waspada dan Jalankan PHBS

Pemkot Batu, Bhirawa
Sampai saat ini Pemerintah Kota Batu masih belum mendeteksi berjangkitnya atau kasus penularan penyakit Super Flu atau Influenza A (H3N2) Subclade K di wilayahnya.

Namun Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu tetap mengajak masyarakat tidak lengah dan meningkatkan kewaspadaan. Dan langkah cepat akan segera dilakukan ketika H3N2 terdeteksi agar tidak terjadi penularan lebih luas.

“Sampai dengan hari ini di Kota Batu belum ada laporan terkait super flu. Namun sebagai bentuk kewaspadaan, kami tetap mengingatkan masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta menjalankan protokol kesehatan,” ujar Yuni Astuti, Sekretaris Dinkes Kota Batu, Kamis (8/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa upaya pencegahan yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi H3N2 tidak jauh berbeda dengan penanganan penyakit virus pernapasan lainnya. Kuncinya ada pada kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

“Kebiasaan sederhana ini bisa dimulai dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, memakai masker terutama saat berada di tempat keramaian, hingga menerapkan etika batuk dan bersin yang benar,” jelas Yuni.

Jika sedang sakit, lanjutnya, sebaiknya warga tsb menggunakan masker agar tidak menularkan ke orang lain. Selain itu, penting juga menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menambah vitamin bila diperlukan dan memastikan waktu istirahat yang cukup.

Selain mengimbau masyarakat, Dinkes Kota Batu juga terus melakukan pemantauan intensif di lapangan. Untuk itu mereka membangun koordinasi dengan para petugas fasilitas pelayanan kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit.

Berita Terkait :  Program RPL Antar Unusa Raih Penghargaan Kemediktisantek

Hal ini dilakukan agar ketika muncul kasus dengan gejala flu berat yang mengarah pada influenza A subclade K bisa segera terdeteksi secara dini.

Kemudian masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala flu yang tidak biasa.

Hal ini ditandai dengan gejala demam tinggi berkepanjangan, sesak napas, dan kondisi tubuh yang semakin melemah. Saat ini tidak ada langkah pencegahan khusus yang secara spesifik ditujukan untuk menangani super flu.

Karena virus dapat menyerang siapa saja, terutama mereka yang memiliki kondisi tubuh dengan daya tahan yang rendah.

“Sebagaimana penyakit virus yang lain, orang-orang dengan daya tahan tubuh yang lemah akan lebih rentan terserang penyakit akibat virus,” tambah Yuni.

Diketahui, saat ini ancaman influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai super flu mulai menjadi perhatian nasional. Varian baru virus influenza ini disebut lebih agresif, mudah menular, dan berpotensi menimbulkan gejala lebih berat. Dan ini berpotensi menyerang kelompok rentan seperti, lansia, anak-anak, serta penderita penyakit penyerta.

Sekarang Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mencatat hingga akhir Desember 2025 terdapat 62 kasus influenza A subclade K. Kasus ini tersebar di delapan provinsi dimulai dari Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat yang menjadi daerah dengan jumlah kasus terbanyak.

Mayoritas kasus super flu yang sudah terdeteksi ini menyerang perempuan dan anak-anak. Meskipun di Kota Batu masih nihil kasus, kewaspadaan tetap menjadi kunci penting dalam pencegahan.

Berita Terkait :  PDIP Jatim Ajak Generasi Muda Terlibat dalam Gerakan Tani

Selain itu pemkot juga meminta agar masyarakat tidak panik, namun juga tidak menganggap remeh. Dan semua aktivitas tetap bisa dilakukan dengan tetap menjaga kesehatan dan menerapkan PHBS. (nas.dre)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru